Parkir Sembarangan, Siap-siap Ditegur Speaker Smart dari Qlue

Parkir Sembarangan, Siap-siap Ditegur Speaker Smart dari Qlue

INILAH, Bandung – PT Qlue Performa Indonesia (Qlue) mengincari Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar dalam penerapan teknologi informasi dan aplikasi. Teknologi ini demi mempercepat penerapan smart city kepada sejumlah daerah di Indonesia.

Di Kota Bandung misalnya, Qlue sedang menyiapkan aplikasi pelaporan warga terkait penanganan masalah sampah. Warga bisa melaporkan masalah sampah sehingga pengawasan dan respons terhadap urusan sampah bisa semakin ditingkatkan.

Chief Commercial Officer PT Qlue Performa Indonesia Maya Arvini mengatakan, pelaporan dari warga melalui aplikasi Qlue bisa langsung terintegrasi ke Bandung Command Centre. Data mutakhir  mengikuti laporan terbaru dari masyarakat, berupa informasi lokasi, jumlah sebaran, jenis, dan beragam data lainnya.

"Data menjadi rujukan bagi Pemkot Bandung dalam merespons laporan warga sehingga bisa segera ditangani,” kata Maya saat mengunjungi kantor Inilah Koran, Kamis (11/7/2019).

Maya menyatakan, aplikasi pemetaan sampah di Kota Bandung akan mendukung penguatan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah). Melalui aplikasi, masyarakat dapat lebih aktif melaporkan keberadaan sampah di daerahnya, untuk selanjutnya ditindaklanjuti secara proaktif oleh pemangku kebijakan.

Selain itu, kata Maya, Qlue dan Pemkot Bandung telah menyepakati pemasangan dan kontrol terhadap kondisi terkini arus lalu lintas dan aktivitas sosial masyarakat di lima titik, di antaranya Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mohammad Toha, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jakarta.

“Pemkot Bandung bisa melihat secara real time yang terjadi di lapangan. Kami pun menyiapkan speaker smart yang mampu mendeteksi kendaraan yang parkir ilegal. Secara otomatis, kendaraan tersebut terdeteksi dan diperingatkan oleh teknologi ini. Bahkan bila perlu, petugas akan mendatangi dengan penindakan,” jelasnya.

Maya menuturkan, Qlue menawarkan solusi teknologi mulai dari dashboard Smart City, CCTV Integration and analyisis, hingga QlueWork, sebuah fitur Qlue untuk meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif.

Qlue melalui dukungan dari GSM Association (GSMA), fokus mengembangkan solusi smart city yang melibatkan teknologi mobile, artificial intelligence, dan internet of things (IoT). Program GSMA ini didukung oleh Departemen Internasional Britania Raya, dan Pemerintah Australia.

“Kota Bandung secara infrastruktur IT telah memadai, tentu harus didukung komitmen kuat dari pimpinan daerahnya. Jabar pun di saat kepemimpinan Pak Ridwan Kamil memiliki komitmen kuat dalam penerapan smart city,” ujarnya.

Saat ini user Qlue mencapai lebih dari 700 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya program GSMA ini, Qlue menargetkan user akan meningkat 125 ribu user baru di tiga kota ini. Saat ini, Qlue telah menjadi perusahaan ekosistem smart city terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 50 institusi negara dan swasta multi-industri telah menggunakan solusi teknologi dari Qlue, mulai dari pemerintahan pusat dan daerah, BUMN, penegak hukum, real-estate, transportasi umum, hingga manufaktur. (*)