Dubes untuk Swedia tak Canggung Bermusik dengan Angklung

Dubes untuk Swedia tak Canggung Bermusik dengan Angklung
Foto: INILAH/Dery Fitriadi Ginanjar
Dubes untuk Swedia tak Canggung Bermusik dengan Angklung
Dubes untuk Swedia tak Canggung Bermusik dengan Angklung

INILAH, Bandung - Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia Bagas Hapsoro bermain musik di Saung Udjo Jalan Padasuka, Kota Bandung, Kamis (11/7/2019). Bagas berkolaborasi dengan seniman Saung Angklung Udjo dan budayawan Budi Dalton.

Dalam kesempatan itu, Bagas membawakan dua  lagu berjudul “Mama Mia dan Dancing Queen“ milik grup kenamaan ABBA. Sang Dubes tampak tidak canggung memainkan keyboard dan begitu menikmati alunan musik bambu dan tetabuhan tradisional khas Jawa Barat yang mengiringinya.
 
Kolaborasi ini merupakan persiapan untuk tampil dalam pentas seni budaya Indonesia di Stockholm, vwedia, pada 26 Juli 2019 mendatang, Tim kesenian dan budaya dari Jawa Barat uaitu Orokaya “The Rhytm Of Sunda” yang dipimpin budayawan Budi Dalton Bersama Saung angklung Udjo  akan menghibur masyarakat Eropa mewakili Jawa Barat .

Menurut Bagas, rencana tim budaya asal Bandung ini pentas dalam acara tahunan di Swedia sudah lama.  Kemasannya untuk menumbuhkan perhatian masyarakat Swedia tehadap budaya Indonesia.
 
“Indonesia memiliki budaya yang beragam mulai dari musik tradisi, makanan, seni yang bisa diangkat ke dunia internasional,” kata Bagas.

Bagas menambahkan, upaya menarik minat wisatawan Swedia mutlak diperlukan. Pasalnya turis Swedia termasuk royal dalam belanja.

“Setiap satu orang turis asal Swedia datang berlibur ke Indonesia, biasanya menghabiskan uang sekitar 1.500 dollar Amerika. Itu pun di luar tiket dan akomodasi,” jelasnya.

Budi Dalton bersama Orokaya “The Rhytm Of Sunda” yang akan tampil di depan masyarakat Swedia menuturkan, dirinya sangat antusias bisa menampikan musik khas grupnya di Stockholm nanti. Apalagi akan berkolaborasi dengan Saung Angklung Udjo.

“Tidak ada kesulitan berarti dalam persiapan ini karena kedua tim budaya memiliki semangat yang sama yakni membawa nama Jawa Barat di Swedia,” ujarnya.
 
Dengan tampilnya Orokaya “The Rhytm Of Sunda” di Swedia, sekaligus menepis pemberitaan negatif negara Eropa tentang Indonesia. Selain itu, sisi kreatifitas dan budaya khas Indonesia tidak dimiliki negara lain. (Dery Fitriadi Ginanjar)