Sedimentasi Muara Sungai Ganggu Aktivitas Nelayan Karawang

Sedimentasi Muara Sungai Ganggu Aktivitas Nelayan Karawang
Ilustrasi/Inilahkoran

INILAH, Karawang – Kondisi muara sungai di Kabupaten Karawang yang selama ini jadi akses lalulintas perahu nelayan masih memprihatinkan. Pasalnya, muara-muara tersebut mengalami pendangkalan cukup parah. Hal ini menjadi persoalan tersendiri bagi nelayan di wilayah itu.

Dengan kondisi tersebut, sontak menimbulkan keluhan tersendiri dari para nelayan. Karena, pendangkalan muara itu sangat menganggu, terutama berkaitan dengan aktivitas mereka. Mengingat, selama ini muara tersebut menjadi akses keluar dan masuk perahu mereka.

Salah seorang nelayan asal Kampung Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon, Sanwani (48) menuturkan, sampai saat ini pendangkalan muara tersebut masih terjadi. Kondisi ini, menurutnya, menyulitkan para nelayan saat mengoperasionalkan lalu lintas perahu. Terutama, saat perahu hendak keluar dan masuk muara menuju laut lepas.

“Sudah lama ini mah,” ujar Sanwani di Karawang, Jumat (12/7/2019).

Dia mengaku, dengan dangkalnya muara ini aktivitas nelayan jadi terganggu. Bahkan, tak jarang ada nelayan yang tak bisa melaut, sebab sulit keluar dari muara yang dangkal itu. Para nelayan pun, telah melaporkan kondisi muara ini ke instansi terkait.

“Banyak juga perahu yang rusak atau terjebak di muara yang dangkal. Terutama, saat musim kemarau. Sebab, dasar perahu akan bergesekan langsung dengan pasir dan tanah di dasar muara yang telah mengeras,” seloroh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Hendro Subroto, mengakui soal pendangkalan muara sungai ini. Pihaknya pun tak menampi jika pendangkalan muara ini akan sangat menggangu aktivitas nelayan. Apalagi, bagi mereka yang menggunakan perahu dengan kapasitas di atas lima grosston (GT). Karena, perahu mereka tidak akan bisa masuk.

“Kami akui di hampir seluruh akses muara terjadi sedimentasi parah,” ujar Hendro.

Hendro menjelaskan, di wilayahnya ada 12 muara sungai. Sejauh ini, pihaknya telah berkordinasi dengan dinas PU dan diteruskan ke BBWS untuk melakukan normalisasi dengan cara pengerukan di aliran muara tersebut.

“Setiap tahun biasanya ada upaya normalisasi secara bergantian. Memang, kalau dibiarkan pasti lalulintas keluar-masuk perahu akan terganggu. Dengan begitu, secara tidak langsung akan berdampak pula pada hasil tangkapan nelayan. Tapi kami pastikan, normalisasi akan terus dilakukan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)

 

 

Loading...