BEI Masih Kejar Alasan KIJA Ganti Pihak Pengendali

BEI Masih Kejar Alasan KIJA Ganti Pihak Pengendali
Ilustrasi/Net

INILAH, Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melayangkan pertanyaan lagi ke PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).

Tujuannya, untuk memastikan terjadinya perubahan pengendalian setelah hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tangal 26 Juni 2019 sehingga perseroan harus membeli kembali notes senilai US$300 juta.

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia di Jakarta, Jumat (12/7/2019). "Mereka (KIJA) sudah menyampaikan beberapa tanggapan. Kita (BEI) akan dalami lagi berapa hal termasuk apa yang menjadi perhatian kita seperti perubahan pengendalian dari sisi apa? Kita dalami juga kesepakatan dengan pemegang notes," papar Nyoman.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, KIJA menjelaskan pengangkatan Sugiharto selaku Direktur Utama dan Aries Liman selaku Komisaris melalui voting 52,11% suara pemegang saham dipertanyakan. Sebab pengangakatan itu diusulkan oleh PT Imakotama Investido (Imakotama) pemegang 6,387% saham perseroan dan Islamic Development Bank (IDB) selaku pemegang 10,841% saham. Artinya, kedua pengusul itu hanya memiliki 17,22%.

Namun KIJA menilai, dengan terjadi pergantian pengendali menyebabkan perseroan harus membeli kembali notes senilai US$300 juta.

Pasalnya, sebagian besar suara yang diberikan saat voting sebagaimana dimaksud tersebut dilaksanakan oleh pihak-pihak yang berada di bawah kendali Imakotama dan afiliasinya. Jadi dapat dilihat sebagai telah terjadi acting in concert dan melebihi suara yang dimiliki oleh pemegang saham yang ditentukan dalam syarat dan kondisi dari notes.

Manajemen KIJA memperkuat dugaan tersebut dengan 'menyodorkan' catatan jumlah kehadiran pemegang saham saat Rapat yang mencapai 90,432%. Atau meningkat secara signifikan dibandingkan dengan jumlah kehadiran dalam RUPS Tahunan tahun-tahun sebelumnya, yaitu 'hanya' sebanyak 44,945% tahun 2018 dan sebanyak 53,372% pada tahun 2017.

Loading...