Western Digital Tawarkan Solusi Penyimpanan Data Digital

Western Digital Tawarkan Solusi Penyimpanan Data Digital
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Pada era digital saat ini, setiap orang memiliki data digital masing-masing. Namun, berdasarkan riset di enam kota se-Indonesia menunjukkan mayoritas warga belum memiliki kesadaran untuk penyimpanan data.

Channel Sales Manager Western Digital Merry Tjhin mengatakan, riset Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey meperlihatkan 67% orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone. Plus, lebih dari 80% responden survei menyadari pentingnya melakukan back-up data.

“Untuk penyimpanan data digital, kita menawarkan solusi lengkap mobile storage dengan brand SanDisk, yaitu SanDisk Dual Drive dan iXpand Flash Drives,” kata Merry di Bandung, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, Western Digital menciptakan lingkungan untuk pengembangan data. Perusahaan ini mendorong inovasi yang dibutuhkan untuk membantu para pelanggan dalam menciptakan, menyimpan, mengakses dan mentransformasi data. Solusi-solusi data-sentris Western Digital dipasarkan dalam merek-merek G-Technology, HGST, SanDisk, Upthere, dan WD.

Dia menuturkan, sesuai riset itu pun menunjukkan tak sedikit masyarakat yang membuthkan butuh solusi penyimpanan data. Survei yang dilakukan firma riset Deka itu melibatkan 1.120 responden dari enam kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. 

Disinggung mengenai kinerja bisnis, Merry enggan menyebutkan angka pastinya. Namun, dia menyebutkan kebutuhan untuk manajemen penyimpanan data digital itu relatif tinggi. Terlebih, Indonesia menjadi pasar potensial yang akan digarap.

“Indonesia itu pasar besar dan kita fokus untuk penetrasi lebih dalam. Datanya sejauh ini masih belum ada. Tapi, kita terus mengampanyekan perlunya kebiasaan pengguan terhadap penyimpanan data digital,” jelasnya.

Mengenai Bandung, dia mengaku kota tersebut merupakan pasar penting. Pasalnya, di pulau Jawa kota ini memiliki populasi tertinggi. Tak hanya itu, warga Bandung diakuinya memiliki kreativitas yang lebih dibandingkan kota lain. Terbukti, pelaku industri kreatif kebanyakan berasal dari Bandung.

Sementara itu, Research Director Deka Mamiek S Leonardo menyebutkan survey dilakukan seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan jumlah konten digital yang mengalami pertumbuhan pesat. 

Pada September 2018, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 27,4%. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak keenam di dunia.

“Oleh sebab itu, tren dalam aktivitas digital dan manajemen data masyarakat urban Indonesia menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Dan hasilnya sudah kita dapatkan,” ujar Mamiek.