Areal Terminal Limbangan Diserobot Pedagang, Dishub Garut Acuh

Areal Terminal Limbangan Diserobot Pedagang, Dishub Garut Acuh
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut terkesan acuh tak acuh menyikapi areal Terminal Limbangan yang kini tak berfungsi karena habis diserobot para pedagang. Alasannya, kini Dishub telah memiliki lahan lain untuk dijadikan sebagai Terminal Limbangan yang baru.

Padahal, tak berfungsinya Terminal Limbangan diduga kuat menjadi penyebab timbulnya kemacetan. Setiap hari, penumpukan kendaraan bermotor itu menghiasi arus lalu lintas di jalur jalan nasional. Tepatnya, Jalan Raya Nagrek-Malangbong sepanjang lintasan kota kecamatan Balubur Limbangan.

Pun pembangunan lahan terminal yang diperkirakan akan dimulai paling cepat pada 2020 mendatang. 

"Biar saja. Kan sudah beli tanahnya untuk terminal. Mau pindah, Pak!" kata Kepala Dishub Garut Suherman ketika dimintai tanggapan soal keberadaan Terminal Limbangan yang kini dipadati bangunan kios pedagang dan diklaim sebagai Pasar Gotong Royong, Jumat (12/7/2019).

Kepala Bidang Teknik Sarana Prasarana Nandi Sugandi mengatakan, lahan tanah bakal Terminal Limbangan di dekat Pasar Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Garut di pinggir Jalan Raya Limbangan-Cibiuk-Garut Desa Limbangan Tengah sudah dilakukan pembebasan seluas 2.597 meter persegi. 

"Pembangunannya belum dimulai. Saat ini baru mengajukan DED (Detail Engineering Design)-nya dulu. Mudah-mudahan bisa di 2020-2021," ujarnya.

Sedangkan untuk lahan eks Terminal Limbangan lama, lanju Nandi, nantinya dipakai untuk Pasar Limbangan. 

"Lagi pula, dalam ketentuan, kalau pembangunan Terminal Type C yang merupakan kewenangan kabupaten itu harus di jalan kabupaten, dan dilintasi rute angperkot (angkutan perkotaan), atau angdesa (angkutan perdesaan)," imbuhnya. (Zainulmukhtar)