DPP PDIP Tetapkan Komposisi Lama Untuk Kota Bogor

DPP PDIP Tetapkan Komposisi Lama Untuk Kota Bogor
Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan serentak beberapa kota/kabupaten wilayah Jawa Barat di Kinasih, Kabupaten Bogor, Minggu (14/07/2019) siang WIB, menghasilkan nama-nama lama pimpinan DPC PDI Perjuangan Kota Bogor. 

Komposisi ketua sekretaris dan bendahara masih tetap sama dengan Priode sebelumnya, tetapi ada beberapa pergantian dikepengurusan DPC.

Pemilihan pimpinan DPC PDI Perjuangan yang langsung ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan ini, merujuk pada evaluasi hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. PDI Perjuangan Kota Bogor di bawah kepemimpinan Dadang I Danubrata mampu dianggap mempertahankan suara partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor terpilih Dadang I Danubrata mengatakan, dirnya merasa senang setelah ditunjuk kembali menahkodai DPC PDI Perjuangan Kota Bogor.

"Posisinya saat ini konfercab itu mendengarkan keputusan DPP siapa yang menjadi ketua, sekretaris dan bendahara. Tidak hanya ketua saja dipilihnya, tapi langsung satu paket. Dibacaka langsung oleh DPP PDI Perjuangan," ungkap Dadang kepada wartawan usai konfercab.

Dadang melanjutkan, mengenai siapa saja yang dipilih berdasarkan hasil usulan-usulan DPC dan peletakan usulan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Kemudian partai melakukan penyaringan akhirnya komposisi lama dipilih kembali.

"Ya, alhamdulillah berdasarkan evaluasi bahwa Kota Bogor hasilnya masih cukup baik pada saat kemarin, sehingga tetap saya ketua, sekretaris Atty Soemaddikarya dan bendahara Syarief Sastra. Dalam pengurusan saya priode kedua akan penuhi komposisi 30 persen perempuan, rata-rata setiap wilayah ada 33 orang. Tapi nanti dilihat juga dari kemampuan bidangnya senioritas dan tentunya hasil musyawarah," tambahnya.

Dadang menjelaskan, pemilihan serentak ini ditujukan untuk menyambut kongres yang segera diselenggarakan bulan Juli ini, untuk melakukan penggantian pengurus Jawa Barat. Baru nanti 8 Agustus sampai 11 Agustus 2019 akan dilakukan kongres untuk melakukan perubahan struktural DPP partai termasuk pemilihan ketua umum.

"Sebelum itu, kami akan melakukan kaderisasi, rakor atau raker untuk membuat program-program partai. Kami akan fokus untuk pemenangan Pilkada mendatang," jelasnya.

Dadang membeberkan, bahwa tahap setelah DPC terbentuk, barulah nanti dipilih Pengurus Anak Cabang (PAC), jadi sistem baru dibalik. Dahulu dipilih PAC, baru DPC. Sekarang DPP menunjuk DPC barulah nanti dipilih PAC.

"Jadi tadi juga kami langsung dilantik, agar bisa menunjuk PAC. Kami akan memasukan kader-kader muda dalam tubuh PAC. Karena regenerasi itu penting dan harus," pungkasnya.(Rizki Mauludi)