Dedi Mulyadi: Tak Ada Lagi Cebong dan Kampret!

Dedi Mulyadi: Tak Ada Lagi Cebong dan Kampret!
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

INILAH, Bandung- Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo mendinginkan suhu panas kedua kubu saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal tersebut patut disyukuri, seperti yang dilakukan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dedi langsung menggelar tasyakuran ngaruat diri dan khitanan massal sebanyak 206 anak, di Purwasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (13/7). Menurut Dedi momen pertemuan kedua sosok yang berkonstelasi pada hajat demokrasi tersebut merupakan hal yang harus diapresiasi dan disyukuri. 

Itu menandakan telah selesainya kegiatan politik Indonesia yang cukup menegangkan. Sehingga sudah tidak ada lagi istilah Cebong maupun Kampret dalam berkehidupan bernegara dan berbangsa.

"Puncaknya saya gelar kenduri dengan kegiatan ngaruat diri empat dalang dan khitananan sebanyak 206 anak," ujar Dedi Mulyadi kepada wartawan via sambungan telepon, Minggu (14/7/2019)

Pada kesempatan itu, selain kegiatan seni Gotong Singa juga menghadirkan empat dalang Wayang Golek, yaitu dalang Dadan sunandar sunarya, dalang Wawan Dede Amung,dalang Apep Hudaya dan dalang Yudhistira Manunggaling Hurip. Hal tersebut memiliki nilai arti filosofis bahwa sudah saatnya seluruh elemen bangsa indonesia secara bersama - sama membangun bangsa.

"Kegiatan seni, gotong singa yang mencerminkan bahwa bangsa ini harus di gotong secara bersama-sama. Kemudian nanti pagelaran 4 dalang sesungguhnya adalah sebuah peristiwa budaya dimana hari ini ada pertemuan antara pak Jokowi dengan pak Prabowo," jelas Dedi.

Dengan momen pertemuan Prabowo dan Jokowi juga, lanjut dia, membuat banyak orang bahagia serta sedikit orang yang kecewa. Apalagi dengan momen pertemuan tersebut, bisa menurunkan ketegangan politik di Indonesia

"Buat bahagia banyak orang karena kita melepaskan diri dari ketegangan politik yang baru berakhir,kalaupun yang Kecewa mungkin bisa jadi juga orang yang tidak menyukai bangsa ini tentram,aman dan damai serta merah putih nya berkibar dengan sempurna," katanya.

Dedi pun mengatakan adanya dampak positif bagi masyarakat, diantaranya ketentraman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ada ketentraman para pelaku ekonomi, masyarakat secara umum. 

"Karena orang Indonesia itu senang damai, tentram walaupun misalnya di media sosial ada yang kecewa, hal itu cukup biasa terpenting dampaknya sangat baik buat Indonesia," ungkapnya.

Adapun ramainya terkait posisi partai politik, Dedi menegaskan bahwa oposisi atau bukan tidak harus dipermasalahkan karena hal yang biasa, yang terpenting momen pertemuan tersebut menjelaskan baik Prabowo maupun Jokowi tidak bermusuhan bahkan keduanya bersahabat.

"Yang paling penting Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu tidak ada permusuhan. Keduanya bersahabat kemudian andaikata berbeda faham, pandangan karena itu adalah faktor politik dimana kedua-duanya harus mencari simpati kepada para pemilih. Tidak ada lagi cebong kampret, yang ada garuda Indonesia Pancasila," pungkas dia. (Rianto Nurdiansyah) 
 

Loading...