Hari Pertama Masuk Sekolah di SMAN 3 Bandung

Hari Pertama Masuk Sekolah di SMAN 3 Bandung
Hari pertama sekolah di SMAN 3 Bandung, Senin (15/7/2019). (Okky Adiana)
Hari Pertama Masuk Sekolah di SMAN 3 Bandung

INILAH, Bandung - Ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 3) Bandung melaksanakan upacara bendera. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah pada Senin (15/7/2019).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Bandung, Aan Hendrawati mengatakan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan pertama masuk sekolah untuk mengenalkan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep, pengenalan diri serta pembinaan awal kultur sekolah.

MPLS juga dapat menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya serta menumbuhkan perilaku positif.

Di antaranya, kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

"Berdasarkan pedoman dari Dinas Pendidikan (Disdik) bahwa pelaksanaan dilaksanakan tiga hari. Jadi kita laksanakan saja dari mulai hari ini kita maksimalkan hari ini sampai hari Rabu," ujar Aan kepada INILAH.

Aan menambahkan, sesuai pedoman, materi yang disampaikan adalah pemaparan tentang SKS, kedua adalah kesadaran Hukum. Pada Selasa dari kepolisian, BNN tentang bahaya narkoba dan guru-guru tentang pendidikan karakter, kemudian literasi, tentang etika. Di hari terakhir adalah tentang pentingnya hidup sehat dari Puskesmas dan pengenalan di SMAN 3 Bandung.

"Kita mengenalkan budaya, lingkungan di SMAN 3 Bandung, terutama belajarnya. SMAN 3 Bandung mungkin berbeda dengan sekolah lain, jadi penekanannya adalah budaya belajar dan karakter yang diterapkan di SMAN 3 Bandung," imbuhnya.

Sementara untuk kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) kata dia, dilaksanakan pada Kamis dan Jumat dan ditampilkan di sekolah. Semua siswa ikut terlibat dalam kegiatan ekskul, minimal dua karena untuk belajar berorganisasi dan mengangkat percayaan diri masing-masing.

Dia berharap semoga siswa-siswi SMAN 3 Bandung tetap yang terbaik, meskipun mereka dari berbagai kalangan masyarakat yang berbeda. "Mudah-mudahan sekolah ini tetap yang terbaik dan favorite," tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Yesa Sarwedi menyatakan, MPLS dilaksanakan di SMA, SMK, dan SLB maksimal berlangsung tiga hari di awal kegiatan belajar mengajar (KBM) pada minggu pertama. 

“Tujuan pengenalan lingkungan sekolah ini untuk mengenal potensi diri siswa baru serta membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, Antara lain, terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana satuan pendidikan,” ujarnya.

Yesa menegaskan, pengenalan lingkungan sekolah yang dilakukan dengan memperhatikan perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru. Dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan alumni sebagai penyelenggara.

“Dalam MPLS ini tidak ada pungutan biaya atau bentuk pungutan lainnya. Sekolah wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif, tak ada perpeloncoan, dan wajib menggunakan seragam serta atribut resmi dari sekolah,” tegasnya.

Kegiatan MPLS, tambahnya, bisa melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi kegiatan. Pengenalan sekolah dapat dibantu oleh siswa apabila terdapat keterbatasan jumlah guru. 

"Untuk efektivitas dan efisiensi, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan majelis perwakilan kelas (MPK) jumlah paling banyak dua per rombongan belajar," ungkapnya. (Okky Adiana)