Subsidi Cuman Rp1.000, Solar Bisa Naik Tahun Depan

Subsidi Cuman Rp1.000, Solar Bisa Naik Tahun Depan
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan menyebut adanya peluang penyesuaian harga jual BBM jenis solar pada 2020. Menyusul keputusan Banggar DPR yang menyusutkan besaran subsidi solar.

Badan Anggaran (Banggar) DPR telah mematok subsidi solar maksimal sebesar Rp1.000 per liter dalam dua tahun ke depan. Sementara pemerintah mengusulkan subsidi solar sebesar Rp1.500 per liter. Artinya terjadi penurunan subsidi 'gopek' alias Rp500 per liter

"Tentang 2020, subsidi solar waktu itu maksimal Rp1.500, tapi di banggar menetapkan Rp1.000 per liter. Jadi dikoreksi," kata Jonan di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Dengan demikian, kata Jonan, pemerintah akan melalukan penyesuaian harga. Bahasa halus dari menaikkanharga BBM jenis solar. "Ini kalau sampai diketok tentunya kami akan lihat apakah perlu ada adjustment atau penyesuaian eceran di 2020. Harga ecerean, Rp 5.150 per liter sekarang," ujar Jonan yang sempat disulkan Dewan Energio Nasional (DEN) untuk dicopot itu.

Informasi saja, harga keekonomian solar sejak awal 2019, terus merangkak naik. Dalam data Kementerian ESDM pada Januari 2019, harga keekonomian sebesar Rp5.850 per liter. Kala itu, pemerintah menguyur subsidi sebesar Rp700 per liter.

Selanjutnya pada Februari 2019, harga keekonomian solar turun menjadi Rp5.550 per liter. Pada bulan-bulan berikutnya bergerak naik menjadi Rp6.100/liter pada Maret, naik menjadi Rp6.650/liter pada April, naik menjadi Rp6.700/liter pada Mei dan menjadi Rp 6.850/liter pada Juni. (INILAHCOM)