Petugas Haji: Sediakan Konsultasi Menstruasi

Petugas Haji: Sediakan Konsultasi Menstruasi
Ilustrasi (Net)

INILAH, Jakarta - Pergi ke Tanah Suci untuk beribadah haji merupakan impian umat muslim. Ketika waktunya tiba, banyak yang harus dipersiapkan. Bagi kaum muslimah, kejadian yang diantisipasi yakni siklus haid.

Tentu jamaah haji tidak ingin saat puncak haji, justru tidak bisa melaksanakan ibadah berhaji karena harus mengalami datang bulan.

Problem menstruasi yang terjadi saat musim haji menjadi kekhawatiran banyak muslimah. Padahal sesungguhnya kondisi tersebut dapat dikendalikan. Bagi jamaah haji wanita yang berada pada usia reproduksi bisa mengatur jumlah hormon dalam tubuhnya dengan bantuan obat-obatan tertentu.

Pengaturan ini bertujuan untuk mengatur hormonal sehingga siklus menstruasi bisa disesuaikan dengan waktu ibadah yang diinginkan.

"Jadi pada jamaah wanita yang usia reproduksi yang berusaha untuk mengatur siklus haidnya agar pada waktu ibadah wajib itu tidak mengalami menstruasi, jamaah bisa mengaturnya dengan memajukan atau memundurkan siklus haidnya," ujar dr. Mona, Sp.OG, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Mona, dokter spesialis kebidanan yang juga anggota Tim Promotif Preventif 2019, menyarankan para jamaah haji wanita yang akan mengontrol siklus haid bisa dengan melakukan rekayasa hormonal.

Ini dilakukan dengan pemakaian obat-obatan yang mengandung hormon seperti pil kontrasepsi. Pil kontrasepsi ini mengandung hormon estrogen dan/atau progesteron dengan dosis tertentu.

Penggunaan pil kontrasepsi ini tidak bisa sembarangan. Melainkan harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter, baik saat di Indonesia maupun ketika sudah sampai di Arab Saudi. Pada beberapa orang, pemakaian pil kontrasepsi memiliki efek samping seperti sakit kepala dan mual.

Jika hal ini terjadi, maka bisa diatasi dengan mengganti kombinasi yang berisi hormon lain. Bisa juga dengan metode kontrasepsi lainnya seperti suntik.

"Untuk kapan digunakan obat itu, kapan dia pakai itu, sudah harus dikonsultasikan sama dokter yang bertugas untuk memantau kapan waktu haidnya. Jadi pada waktu wukuf nanti sudah diprediksi, oh saya tidak akan haid pada waktu nanti," terang Mona. (inilah.com)

Loading...