Oh Ini Alasan Bupati Bogor Gandeng Hary Tanoe

Oh Ini Alasan Bupati Bogor Gandeng Hary Tanoe

INILAH, Bogor-Bupati Bogor Ade Yasin membenarkan telah menggandeng Ketua Umum Partai Perindo Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo. Apa alasannya?

"Rencananya memang menggandeng Hary Tanoe karena adanya aturan atau syarat khusus dalam pengajuan KEK seperti ada lembaga khusus yang mengelolanya, nanti di Caringin dan Cigombong akan kita bangun KEK Parawisata," kata Ade kepada wartawan, Selasa (16/7).

Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menuturkan peran investor seperti Bos MNC Grup tersebut  dan lainnya diperlukan karena KEK Parawisata tersebut akan menelan biaya kurang lebih Rp800 triliun.

"Biaya pembangunan KEK Parawisata yang setidaknya memiliki luas 800 hektare tersebut  adalah sekitar Rp 800 triliun sehingga kita tak hanya menggandeng Hary Tanoe tapi juga investor lainnya baik dalam ataupun luar negeri," tambahnya.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Bangbang Padmanegara berharap masyarakat Bumi Tegar Beriman bersiap-siap, agar ketika KEK Parawisata terwujud maka para karyawan hingga tingkat manajernya berasal dari masyarakat Kabupaten Bogor.

"Kami harap tercipta ribuan lowongan kerja dengan adanya KEK Parawisata ini dan masyarakat terutama generasi muda siap bekerja disana dan  demi ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya," harap Bangbang.

Terpisah Hary Tanoe menuturkan akan membangun Arena Wisata Kids Park Lido di Cigombong, Caringin, Kabupaten Bogor dan Cicurug, Kabupaten Sukabumi hingga lebih besar dari  Universal Studio di Singapura.

"MNC Land dan grup akan membangun Arena Wisata keluarga bernama Kids Park Lido dan akan lebih besar dari Universal Studio di Sungapura," tutur Harry Tanoe.

Suami dari Liliana ini berjanji, bahwa Arena Wisata Kids Park Lido ini akan merekrut tenaga kerja lokal baik itu dari Kabupaten Bogor maupun Kabupaten Sukabumi.

"Selain menarik tenaga kerja dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi, kami juga akan mengembangkan dan memasarkan usaha kecil menengah (UKM) di sana. Dengan tumbuhnya UKM maka juga akan meningkatkan perputaran ekonomi di Indonesia," janjinya.

Kepala Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Sity Nuriyanti melanjutkan bahwa proyek KEK Parawisata ini tidak akan mengganggu tata ruang dan sawah profuktif.

"Pengelola KEK Parawisata ini akan menggandeng para petani untuk menciptakan agrowisata hingga jumlah sawah tidak akan berkurang, lahan pertanian ini akan kami tingkatkan menjadi lahan pertanian produktif," lanjut Nuriyanti. (Reza Zurifwan)