Pemkot Bogor Ingin Perluas Wilayah, Begini Alasannya

Pemkot Bogor Ingin Perluas Wilayah, Begini Alasannya
Asisten Pemerintahan (Aspem) Setda Kota Bogor, Hanafi.

INILAH, Bogor - Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor menggulirkan pertimbangan untuk menarik sebagian wilayah Kabupaten Bogor. Alasannya?

Pemkot Bogor sadar, memperluas wilayah dengan menarik beberapa daerah di area kabupaten butuh proses panjang. Bahkan saat ini, mereka baru memulai pembentukan tim khusus yang diprakarsai Asisten Pemerintahan (Aspem) Setda Kota Bogor, Hanafi.

Hanafi mengatakan, luas wilayah Kota Bogor dahulu sangat kecil, setelah ada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 1995 tentang perluasan yang menjadikan wilayah kabupaten masuk ke kota.

"Kemudian luas wilayah kami menjadi 11.850 hektar dengan jumlah penduduk sekarang 1.010.000 jiwa, dengan perbandingan luas serta jumlah penduduk seperti itu, tentu perlu adanya perluasan," ungkap Hanafi kepada INILAH pada Selasa (16/07/2019).

Hanafi melanjutkan, sementara volume pekerjaan cukup tinggi dari aspek pengamanan, karena saat ini kepolisian sudah meningkatkan dari tipe B menjadi tipe A, dibuktikan dengan pimpinannya sekarang dengan pangkat Komisaris Besar (Kombes) Polisi tapi hanya membawahi enam polsek dan Pemkot Bogor membawahi enam kecamatan. Begitu juga teman-teman di TNI, saat ini tengah mengkaji dan nantinya Komandan Kodim (Dandim) berpangkat kolonel.

"Artinya kenapa tidak bilamana memungkinkan perluasan dilakukan, perluasan ini tentu perlu tahapan yang pertama kajian sederhana serta semangat kami adalah semangat pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

Hanafi juga menjelaskan, nanti juga harus dihitung dari aspek pembiayaan, perlu dipahami bahwa nanti bilamana ada beberapa wilayah kecamatan Kabupaten Bogor yang masuk ke Kota Bogor membutuhkan analisa pembiayaan. Pembiayaannya terkait dengan jalan sarana prasarana (Sarpras) fisik, kemudian termasuk PDAM dan sebagainya.

"Itu tentu akan kami hitung nantinya, nanti akan dikaji secara akademis tentunya. Saya akan membuat tim untuk menghitung dulu kebutuhan, ketika nanti beberapa wilayah kecamatan masuk ke kota. Berikutnya tentu kami juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat, setuju apa tidak. Kalau melihat kondisi masyarakat tentu setuju, penilaian subjektif saya setuju. Kenapa setuju? karena wilayah yang akan ditarik dekat dengan Kota Bogor," jelasnya.

Masih kata Hanafi, dirinya juga akan menyampaikan hal ini ke DPRD Kota Bogor, hingga nanti diparipurnakan. Tentu hal ini menjadi pokok-pokok yang harus dilalui oleh Pemkot Bogor dengan menyampaikan ke DPRD Kota Bogor hingga ke Gubernur Jawa Barat. Berikutnya tentu harus koordinasi dengan Kabupaten Bogor untuk  menanyakan, memungkinkan atau tidak kabupaten memberikan wilayah tertentu baik secara geografis maupun secara apapun.

"Menurut analisis, pandangan sederhana dengan diwacanakan Bogor Barat yang sampai sekarang ini belum jadi-jadi. Nanti ibu kota Bogor Barat itu adanya di  daerah Nanggung, dengan begitu tentu ada wilayah yang agak repot dari sisi pelayanan, contoh seperti Ciomas dengan Taman Sari kemudian mungkin saja Dramaga atau Ciawi da sekitarnya. Karena logikanya, kabupaten dibelah dua pasti ada yang jauh jarak ke ibukota kabupaten tersebut, sehingga cakupan layanan yang jaraknya jauh," terangnya.?

Hanafi berharap, dengan adanya hal ini Kabupaten Bogor menyetujui dan kemudian dibahas di DPRD Kabupaten Bogor. Kemudian pihaknya meminta fasilitasi oleh Gubernur Jawa Barat,  karena perluasan yang sudah dilakukan tahun 1995 dengan PP nomor 2 tahun 1995, semua pembiayaan atas perluasan wilayah itu dibiayai oleh Gubernur. Hanafi juga membeberkan, pihaknya secepatnya akan mengadakan pertemuan antara Pemkot Bogor dengan Pemkab Bogor.

"Kami juga bersama Bappeda Kota Bogor melakukan analisis pelayanan. Sekarang yang jelas kalau perluasan wilayah memerlukan PP. Kalau pembentukan wilayah itu undang-undang," pungkasnya.(Rizki Mauludi)