Sebelumnya Sukajadi 10 Km/Jam, Kini Sudah 30 Km/Jam

Sebelumnya Sukajadi 10 Km/Jam, Kini Sudah 30 Km/Jam

INILAH, Bandung – Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung terus mencoba rekayasa kawasan Sukajadi. Selama satu pekan terhitung sejak 11 Juli 2019, arus kendaraan Jalan Sukajadi dan Jalan Cipaganti akan mengalami perubahan besar.

“Kalau bisa melihatnya itu melalui aplikasi visim. Itu pengurangannya di jalur Sukajadi lalu Cipaganti, Setiabudhi itu kurang lebih 70%. Kita itu bisa melihatnya dari kecepatan. Di Sukajadi kecepatan di waktu padat 10-11 km perjam. Itu sangat pelan sekali,” ujar Kasatlantas AKBP Agung Reza Pratidina kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Dia mengatakan kendaraan harus tetap berhati-hati, apalagi jalur Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudhi. Itu salah satu poin penilaian yang diukur melalui kecepatan kendaraan yang melaju di jalur tersebut.

“Sekarang itu minimal 30 km perjam. Makanya sekarang harus lebih berhati-hati. Dulu lalu lalang sangat mudah karena kecepatan rendah, sekarang harus hati-hati,” ucapnya.

Terkait hasil evaluasi, Reza mengungkapkan saat ini akan dibahas pada 18 Juli 2019 dengan forum LLAJ. Pihaknya tidak akan mengklaim ini berhasil atau tidak. Berdasarkan hasil survei lapangan, video, jam yang akan dibandingkan dengan sebelumnya.

"Memang di beberapa titik, Bandung macet. Tapi setidaknya jalur ini sudah terurai, jadi tidak seluruh jalan Bandung macet. Masukan-masukan dari masyarakat cukup kami terima supaya kami melihat evaluasinya. Jadi memang hal itu yang kami butuhkan," imbuhnya.

Reza menambahkan, dengan adanya rekayasa, Satlantas Polrestabes Bandung telah menarik petugas yang biasa siaga di kawasan Sukajadi. Hal itu dilakukan karena titik titik tersebut dinilai telah lancar sehingga tidak diperlukan lagi banyak petugas yang bersiaga.

"Saya telah melakukan pengurangan personil, yang biasanya di gelar lebar, misalnya di weekend jalur Sukajadi itu petugas mulai dari eyckman Sukagalih, PVJ, Taman Jablay, Cemara, hingga Flamboyan, itu tergelar personil. Kemarin, lihat situasi seperti ini, ditarik semuanya. Jalur atas tidak perlu ada personil lagi, karena kosong, kecepatan tinggi," jelasnya.

Meski begitu, bahwa pihaknya masih memerlukan masukan dari masyarakat terkait uji coba rekayasa kawasan ini. Menurutnya kontribusi masyarakat yang akurat diperlukan sebagai bahan evaluasi ke depan.

"Masukan-masukan dari masyarakat ini sangat kita tunggu, untuk memperbaiki alur alur evaluasi yang harus kita lakukan. Masyarakat bisa bisa langsung ke TMC dan Dishub kota Bandung untuk pelaporan," tandasnya. (okky adiana)
 

Loading...