2020, Pemkot Bogor Bidik Pendapatan Daerah Sebesar Rp2,19 Triliun

2020, Pemkot Bogor Bidik Pendapatan Daerah Sebesar Rp2,19 Triliun
istimewa

INILAH, Bogor - Pada 2020 mendatang, Pemkot Bogor menargetkan pendapatan daerah mencapai Rp2,19 triliun. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan hal itu saat rapat paripurna dengan agenda penyampaian Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020 dan Raperda RPJMD Kota Bogor 2019-2024, Senin (15/7/2019) malam.

Selain target pendapatan daerah, Bima menegaskan untuk capaian pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp1,01 triliun. Besaran ini terbilang 46,25% dari target pendapatan daerah.

"Kebijakan PAD antara lain dari pajak dan retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah dengan mengoptimalisasikan pemanfaatan barang milik daerah dalam bentuk sewa, Bangun Guna Serah (BGS)/ Bangun Serah Guna (BSG), Kerjasama Pemanfaatan (KSP) dan kerjasama penyediaan infrastruktur (KSPI) sesuai   dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai barang milik daerah," jelas Bima.

Dia melanjutkan, mengenai dana perimbangan pada 2020 itu ditargetkan sebesar Rp935 miliar. Sedangkan, target pendapatan daerah lain-lain sebesar Rp239 miliar.

"Untuk belanja daerah tahun 2020 diperkirakan sebesar Rp3,08 triliun. Itu terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp1,36 triliun dan belanja pegawai sebesar Rp1,18 triliun," tambahnya.

Bima menerangkan, kebijakan belanja modal pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas lingkungan pada 2020 diprioritaskan untuk program dan kegiatan yang mendukung Penataan Kawasan Suryakencana, Naturalisasi sungai Ciliwung, dan Penataan Kawasan Taman Topi.

Sementara itu, untuk pembiayaan daerah Kota Bogor pada 2020 diperkirakan sebesar Rp31,18 miliar. Sedangkan, kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah meliputi penyertaan modal daerah sebesar Rp34,3 miliar dan pembayaran pokok utang sebesar Rp5,5 miliar.

Bima menjelaskan, dokumen KUA/PPAS Kota Bogor Tahun Anggaran 2020 disusun dengan harapan seluruh pemangku kepentingan dapat mempedomani dan mengimplementasikan secara bertanggung jawab dan profesional.

"Dengan demikian masyarakat Kota Bogor dapat merasakan manfaatnya secara optimal dari pembangunan yang telah direncanakan tersebut," pungkasnya. (Rizki Mauludi)