Jumlah Penderita Katarak di Indonesia Terus Meningkat

Jumlah Penderita Katarak di Indonesia Terus Meningkat
Ilustrasi/Net

INILAH, Jakarta – Indonesia menjadi salah satu negara dengan penderita katarak terbanyak di dunia. Bahkan akhir-akhir ini jumlah penderita gangguan mata tersebut semakin hari semakin bertambah. 

Parahnya katarak saat ini tidak hanya menyerang orang berusia lanjut namun juga mulai dialami anak-anak.

Kasus penyakit katarak banyak terjadi di kawasan perkotaan, namun tidak sedikit juga dialami warga yang tinggal di wilayah perdesaan. Dokter spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara, Ricky E. Rooroh mengatakan, kebanyakan para penderita katarak berujung mengalami kebutaan.

Ricky menjelaskan, kebutuhan operasi katarak di perkotaan lebih tinggi jika dibandingkan dengan di kawasan perdesaan. Makanya kebutuhan alat vital seperti mata sangat penting bagi warga perkotaan yang memiliki mobilitas yang tinggi.

“Itulah sebabnya jika warga kota mengalami penyakit katarak sedikit, akan langsung menjalani operasi. Tidak demikian dengan warga perdesaan yang mengalami katarak,” kata Ricky dalam sebuah diskusi terkait katarak di Jakarta, Selasa (16/07/2019).

katarak penyumbang kebutaan pertama di Indonesia. Beberapa kasus katarak ditemukan menyerang anak-anak dan bayi. Pada kasus tersebut disebabkan oleh faktor bawaan atau kongenital, trauma karena benturan. ”Pada kasus katarak, semua akan mengidapnya. Biasanya ini terjadi mulai usia 40 tahun,” katanya.

Kerusakan mata pada anak saat ini, masih ujar Ricky salah satunya disebabkan oleh layar gadget. Dan ini sangat berpotensi menyebabkan kebutaan. Apalagi itu diderita anak dalam waktu yang lama.

”Contohnya, mata kanan anak menderita minus 5, sementara mata kiri normal. Maka, mata kiri otomatis yang akan lebih banyak digunakan, dan mata kanan dengan begitu istirahat. Ini akan menyebabkan kerusakan jaringan, dan akan menyebabkan kebutaan pada mata. Apalagi dibiarkan dalam waktu yang lama,” terangnya. (Daulat Fajar)