Kabupaten Bogor Darurat Sampah, Ini Langkah Antisipatif Ade Yasin

Kabupaten Bogor Darurat Sampah, Ini Langkah Antisipatif Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cisarua-Permasalahan sampah menjadi perhatian serius Bupati Bogor Ade Yasin. Apalagi, belum lama ini dirinya menetapkan status darurat sampah di Bumi Tegar Beriman.

Langkah-langkah pengadaan truk sampah pun sudah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan membeli 62 truk sampah, namun jumlah itu pun masih kurang seiiring dengan luasnya Kabupaten Bogor.

"Dengan tambahan truk sampah yang ada total jumlahnya ada 258 namun itu masih kurang 300 unit lagi karena jumlah sampah di Kabupaten Bogor ada 2.800 ton perhari hingga harus ada langkah-langkah antisipatif," ujar Ade kepada wartawan, Selasa (16/7).

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menerangkan langkah-langkah antisipatif berikutnya adalah membuat zonasi sampah, mendirikan bank sampah di setiap RW, penerapan Bogor Antik (asri tanpa plastik), mewajibkan kawasan mandiri untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dan memperbanyak kampung ramah lingkungan.

"Selain TPST Lulut Nambo (Luna) untuk pembuangan sampah Cibinong Raya dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga untuk Bogor Barat kami juga akan membangun TPST di empat wilayah lainnya agar transportasi truk pembuangan sampah berjalan efesien," terangnya.

Ade menjelaskan jajarannya juga sudah menerapkan peraturan daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum Bab IX pasal 39 ayat 1 dan Perda nomor 2 Tahun 2014  tentang pengelolaan sampah. 

"Dengan Perda ketertiban umum dan pengelolaan sampah tersebut para pembuang sampah sembarangan akan dikenakan kurungan penjara selama tiga bulan atau denda Rp 50 juta, masyarakat saya minta pro aktif dalam disiplin dalam membuang sampah dan melaporkan jika ada orang yang membuang sampah sembarangan," jelas Ade.

Kepala DLH Panji Ksatriyadji menuturkan saat ini jajarannya akan melakukan pengadaan lahan untuk zonasi sampah dan juga Feasibility Study (FS)

"Sesuai arahan Bupati Ade Yasin dalam pengadaan lahan untum TPST ini bisa dengan membelinya atau memanfaatkan tanah milik desa, setelah lokasi ditetapkan maka secepatnya kami membuat FSnya," tutur Panji.

Dia melanjutkan setelah penunjukan lokasi dan pembuatan FS, langkah selanjutnya adalah membuat Detail Engineering Design (DED) dan pembangunan fisiknya dengan besar anggaran Rp 15-20 milyard perTPST.

"Kami akan membangun TPST yang sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Undang-Undang Lingkungan Hidup nomor 18 tahun 2008, hingga syarat lokasinya lebih mudah dan tidak serumit seperti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga," lanjutnya.

Loading...