8.000 Meter Sawah 'Hilang', Warga Jagaita Minta Dibangunkan TPT

8.000 Meter Sawah 'Hilang', Warga Jagaita Minta Dibangunkan TPT
(Reza Zurifwan)

INILAH, Jonggol- Warga Kampung Jagaita, Desa dan Kecamatan Jonggol membutuhkan bantuan pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) dari Pemkab Bogor.

Warga meminta bantuan pembangunan TPT tersebut sejak tahun 2017 lalu pasca banjir bah pada akhir tahun 2016 yang telah 'menghilangkan' sawah mereka seluas 8.000 meter persegi.

"Sejak dua tahun lalu kami meminta bantuan pembangunan TPT ke Pemkab Bogor namun hingga kini tidak ada realisasi dari Pemkab Bogor, dari pihak Kecamatan Jonggol ada  yang dateng tapi cuma foto-foto aja," ucap Ketua RT 02 Kampung Jagaita Judin (42 tahun) Lebor kepada wartawan, Selasa (16/7).

Ayah satu orang anak ini menerangkan dengan hilangnya sawah seluas 8.000 meter warga atau pemilik sawah kehilangan  padi seberat 6,4 ton pertahunnya.

"Kalau kerugian akibat sawah yang amblas ke Sungai Cipamingkis itu berupa kehilangan padi seberat 6,4 ton atau 12,8 ton selama dua tahun ini, kami minta segera dibangun TPT karena jika masuk musim penghujan kami beresiko 'kehilangan' sawah lagi," terangnya.

Terpisah Mantan Camat Jonggol yang tahun ini terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor Beben Suhendar mengaku sudah pernah mengajukan pembangunan TPT di bekas lokasi longsor ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cipamingkis atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera).

"Plt Camat Jonggol atau Pemkab Bogor harus memonitor pengajuan pembangunan TPT ke BBWS Cipamingkis atau KemenPU-Pera, agar kejadian serupa tidak terulang saya menghimbau masyarakat tidak lagi melakukan penggalian pasir di Sungai Cipamingkis karena ini menjadi salah satu penyebab longsor di tebingan sungai," tukas Beben. (Reza Zurifwan)