Galeri Wayang, Wisata Edukasi di Perkantoran Pemkab Purwakarta

Galeri Wayang, Wisata Edukasi di Perkantoran Pemkab Purwakarta
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Pemkab Purwakarta, beberapa tahun kebelakang menyulap sejumlah bangunan milik pemerintah menjadi fasilitas publik yang bisa dipakai untuk rekreasi sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat.

Misalnya, menjadikannya museum dengan konsep digital yang diberi nama Diorama. Selain diorama, pemkab setempat pun membangun sejumlah fasilitas publik berbasis pariwisata edukasi lainnya. Salah satunya, seperti yang ada di kawasan perkantoran Setda, Pemkab Purwakarta.

Galeri Wayang, begitulah sebutan untuk objek wisata edukasi yang telah ngehits dua tahun lalu itu. Posisi bangunanya, persis bersebelahan dengan kantor Bupati Purwakarta. Untuk lokasinya sendiri, pemerintah setempat memanfaatkan bangunan Eks kantor Sekda terdahulu.

Kabid Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana menuturkan, di galeri ini masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi sejarah soal pewayangan nusantara. Galeri wayang ini, kata dia, merupakan gagasan dari mantan bupati sebelumnya. Tujuannya, tak lain untuk mengenalkan wayang yang merupakan salah satu produk kebudayaan di Jawa Barat.

“Galeri ini, terbuka untuk umum. Masyarakat, bisa mengunjunginya pada Selasa-Minggu, mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Untuk masuk ke galeri ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ujar Irfan kepada INILAH, Rabu (17/7/2019).

Saat ini, kata Irfan, koleksi wayang di galeri tersebut sudah barvariasi. Seperti, wayang betawi, wayang cepak Cirebon, wayang suket yang terbuat dari ilalang, wayang asal Jabar, serta wayang klitik asal Surabaya. Wayang yang ditampilkan ada yang terbuat dari kayu serta kulit.

Dia juga menjelaskan, ada dua ruang utama dalam galeri ini. Ruangan pertama, yaitu area khusus untuk informasi tentang sejarah pewayangan nusantara. Serta, ruangan yang terdapat relief-relief yang menggambarkan cerita perwayangan asal India, yakni Mahabharata dan Ramayana.

Kemudian, kata dia, di ruang sebelahnya diisi oleh ratusan wayang-wayang yang terbuat dari kayu, kulit dan suket. Tak hanya itu, di ruangan ini juga terdapat topeng-topeng. Wayang dan topeng ini, bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk diperankan sesuai tokoh pewayangannya.

“Kalau ada anak yang hobi mendalang, bisa juga memainkan wayang di galeri ini,” jelas dia.

Menurut dia, di lokasi ini pengunjung juga bisa belajar membuat wayang. Terutama, wayang golek khas Jawa Barat. Karena, di lokasi itu pun ada seorang perajin yang diberdayakan untuk membimbing mereka yang ingin belajar membuat wayang.

Sementara itu, salah seorang penjaga pintu masuk Galeri Wayang, Indah Pratiwi menambahkan, sejak dibuka dua tahun lalu lokasi ini kerap disesaki pengunjung. Kebanyakan, merupakan pelajar berbagai tingkatan.

“Tak pernah sepi. Kalau lihat dari daftar kunjungan, setiap harinya ada 100 pengunjung yang datang kesini. Kalau akhir pekan, pengunjung bisa sampai 1.000 orang. Kebanyakan rombongan pelajar. Tapi ada juga masyarakat umumnya,” ujar Indah singkat. (Asep Mulyana)