Potensi Zakat Rp26,8 T Bisa Tangani Kemiskinan di Jabar

Potensi Zakat Rp26,8 T Bisa Tangani Kemiskinan di Jabar
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat, Arif Ramdani mengatakan potensi dana zakat di Jawa Barat berdasarkan hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas mencapai sebesar Rp26,845 triliun per tahun.

Potensi zakat tersebut merupakan jumlah ketiga terbesar di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta, dan Jawa Timur dengan besaran hampir mendekati jumlah APBD Jawa Barat yang mencapai sebesar Rp34 triliun lebih per tahun.

Pengumpulan zakat di Jawa Barat sendiri meningkat antara 25% hingga 30% per tahun. Sedangkan potensi zakat nasional berdasarkan riset Puskas Baznas diketahui  mencapai sebesar Rp233,8 triliun per tahun.

"Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan, dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani pada Gebyar Festival Zakat ke-3 di Gedung Pendopo Garut, Rabu (17/7/2019).

Menyikapi besarnya potensi zakat tersebut, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan, selain kesadaran masyarakat maka harus ada sedikit unsur pemaksaan membayar zakat khususnya kepada aparatur sipil negara (ASN).

Pemprov Jawa Barat sendiri sudah melakukan kebijakan tersebut dengan memotong gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN. Dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp300 miliar," ujarnya.

Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa, seperti di Pemprov Jawa Barat.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil). Harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 miliar per bulan. Ini berkat keberanian kepala daerahnya," ujarnya. (Zainulmukhtar)