SBSN Biayai Pembangunan Gedung Perkuliahan UIN Sunan Gunung Djati

SBSN Biayai Pembangunan Gedung Perkuliahan UIN Sunan Gunung Djati
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Untuk kali ketiga, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) membiayai pembangunan gedung perkuliahan di UIN Sunan Gunung Djati. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, kali ini SBSN akan membiayai pembangunan Gedung Ruang Kuliah Bersama dan Gedung Laboratorium Terintegrasi MIPA dengan alokasi sebesar Rp30 miliar. 

“Sebelumnya,  pembiayaan SBSN pertama kali pada 2016 dengan alokasi dana sebesar Rp40,72 miliar untuk membiayai pembangunan Gedung Perkuliahan Kampus II dan alokasi sebesar Rp45,72 miliar pada 2017 untuk membiayai pembangunan Gedung Pasca Sarjana,” kata Luky saat seremoni Groundbreaking Proyek SBSN di UIN Sunan Gunung Djati, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, pemanfaatan prasarana dan gedung perkuliahan hasil pembiayaan proyek melalui SBSN itu agar dilakukan optimal sehingga UIN Sunan Gunung Djati bisa melahirkan mahasiswa yang berintegritas tinggi, berdaya guna dan profesional. Dia pun mengingatkan kontraktor agar menyelesaikan pembangunan proyek sesuai waktu yang telah ditetapkan dengan spesifikasi dan kualitas yang terbaik. 

Pembiayaan proyek melalui SBSN diakuinya merupakan sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga untuk membiayai proyek atau kegiatan prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan melalui instrumen Surat Berharga Negara berbasis syariah yang diterbitkan Pemerintah sejak 2008. 

Selain sebagai instrumen pembiayaan negara, Luky menjelaskan penerbitan SBSN antara lain juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan pasar keuangan syariah dalam negeri. Lalu, menciptakan benchmark di pasar keuangan syariah baik dalam negeri maupun luar negeri, memperluas dan mendiversifikasi basis investor, hingga mengembangkan alternatif instrumen investasi. 

“Penerbitan SBSN juga dapat ditujukan untuk membiayai pembangunan proyek-proyek pemerintah yang terdapat dalam APBN. Dari tahun ke tahun, pembiayaan proyek melalui SBSN menunjukkan angka yang semakin meningkat,” ucapnya.

Secara umum, sejak 2014 hingga 2019 pembiayaan SBSN untuk proyek di lingkungan Kementerian Agama total mencapai Rp9,05 triliun. Pembiayaan tersebut digunakan untuk pembangunan proyek Embarkasi Asrama Haji, Kantor Pusat Pelayanan Haji Terpadu, Kantor Urusan Agama dan Manasik Haji, Madrasah, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, serta Gedung Pusat Layanan Halal. 

Tak hanya itu, Luky mengakui SBSN Proyek pun digunakan untuk membiayai proyek Kementerian Perhubungan yaitu doubledouble track atau jalur kereta ganda Cirebon-Kroya senilai Rp800 miliar. Pada tahun anggaran 2019 ini, nilai pembiayaan proyek SBSN tersebut meningkat menjadi Rp28,43 triliun. Pembiayaan itu digunakan untuk 619 proyek yang tersebar di 34 provinsi se-Indonesia.