Serah Terima Jabatan di Dinas Pendidikan Kota Bandung

Serah Terima Jabatan di Dinas Pendidikan Kota Bandung
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyelenggarakan acara serah terima jabatan di lingkungan Disdik Kota Bandung, di Aula Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani No 239, Rabu (17/7/2019).

Jabatan yang diserahterimakan adalah Sekretaris Dinas, Kepala Bisang PPSD, Kepala Bidang P3TK, dan Kepala Sekolah. Ada rotasi dan mutasi pada empat jabatan struktural dan 20 jabatan fungsional kepala sekolah di lingkungan Disdik Kota Bandung.

Perubahan tersebut, mengacu pada surat keputusan Wali Kota Bandung Nomor 821.2/Kep.525-BKPP/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam Jabatan Pengawas dan Jabatan Administrator di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Serta, surat keputusan Wali Kota Bandung Nomor 821.2/Kep.526-BKPP/2019 tentang Pemberhentian dan Alih Tugas Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Para pejabat yang mengalami rotasi dan mutasi tersebut antara lain, Mia Rumiasari yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdik Kota Bandung di alih fungsikan menjadi Sekretaris Inspektorat Kota Bandung.

Posisi itu pun digantikan oleh Cucu Saputra yang sebelumnya merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK) di Disdik Kota Bandung.

Pejabat lainnya, Edy Suparjoto yang sebelumnya merupakan Kepala SMPN 6 Bandung mengisi jabatan sebagai Kepala Bidang P3TK; selanjutnya, Dani Nurahman, sebelumnya Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar, menempati jabatan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar di Disdik Kota Bandung.

Selain jabatan struktural, serah terima jabatan pun dialami oleh para kepala sekolah, di antaranya, Agus Deni Syaeful, sebelumnya Kepala SMPN 2 Bandung menempati jabatan Kepala SMPN 12 Bandung. Posisi Agus pun diamanahkan kepada Erni Kustiani yang sebelumnya merupakan Kepala SMPN 23 Bandung.

Kemudian, Priyati Elisabeth yang sebelumnya Kepala SDN 091 Cibeureum menjadi Kepala SDN 060 Raya Barat; Imas Rohayati, sebelumnya Kepala SDN 197 Karang Taruna Karangsari di Kecamatan Andir menjadi Kepala SDN 091 Cibeureum; dan Ahmad Karim Mulyana, sebelumnya Kepala SDN 002 Karang Mulya menjadi Kepala SDN 197 Karang Taruna Karangsari.

Kadisdik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung. Terlebih, sebagai aparatur sipil negara, harus selalu siap untuk di tempatkan di berbagai posisi guna melayani masyarakat.

Dengan hadirnya pejabat baru di lingkungan Disdik Kota Bandung hari ini, mereka bukanlah sosok baru melainkan orang-orang yang memang sudah expert dan profesional yang memahami situasi juga kondisi di bidangnya masing-masing.

“Sehingga saya kira akan dapat lebih meningkatkan lagi kualitas penyelenggaraan pendidikan di Kota Bandung, dari yang sudah baik saat ini," ujarnya usai acara serah terima jabatan pejabat struktural dan fungsional di Aula Disdik Kota Bandung, Jalan A. Yani, Bandung, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, Hikmat pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi darma baktinya selama ini. Sehingga proses penyelenggaraan pendidikan di Kota Bandung dapat berjalan lancar sesuai dengan RPJMD Pemerintah Kota Bandung.

"Maka dari itu, mulai saat ini kita akan tetap bekerja sama dengan pola kolaborasi kerja sama kolegial, tentunya diharapkan rencana kerja yang sudah tersusun dalam RPJMD, dapat terus di lanjutkan sehingga menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan yang terbaik di Kota Bandung," ucapnya.

Sementara itu, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung yang kini menjadi Sekretaris Inspektorat Kota Bandung, Mia Rumiasari menambahkan, berlanjutnya tongkat estafet jabatan Sekdisdik dari dirinya kepada Cucu Saputra akan memberikan warna baru yang lebih baik bagi Disdik Kota Bandung dan penyelenggaraan mutu pendidikan di Kota Bandung.

Terlebih, berdasarkan Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016, bahwa mutu pendidikan harus di bangun secara sistemik dan dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak.

"Terdapat empat indikator di dalam indeks mutu terbaik pendidikan yang digagas Pak Mendikbud yaitu, ujian nasional, akreditasi, UKG (uji kompetensi guru), dan penjaminan mutu pendidikan. Karena itu tentunya, warga pendidikan juga harus mulai berbicara tentang bagaimana membangun pendidikan berkualitas di Kota Bandung yang berdasarkan indeks mutu terbaik pendidikan," katanya di lokasi yang sama. (Okky Adiana)