Jasa Kurir Bisa Bikin Tajir

Jasa Kurir Bisa Bikin Tajir
Acara Ngaretas bersama PT Pos Indonesia dan Inilah Koran. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Manajer Pengembangan dan Pembinaan Agenpos PT Pos Indonesia, Mochamad Alie, membedah bisnis pengiriman/kurir di acara Ngaretas, Redaksi Inilah Koran, Jalan Terusan Pasteur No 167, Kota Bandung, Rabu pagi (17/7/2019).

Ngaretas (Ngariung Bareng Komunitas) merupakan acara yang digagas Inilah Koran untuk melengkapi segmen informasi, selain lewat media cetak dan online, juga disampaikan melalui live streaming media sosial yang Inilah Koran miliki.

Pada gelaran perdana yang terselenggara di Studio Inilah Koran, kali ini, tema yang didiskusikan adalah “Meneropong Bisnis Jasa Pengiriman Paket” dengan narasumber dari PT Pos Indonesia, Agenpos Sukses, dan Pendamping UMKM.

Pada kesempatan itu, pemandu acara, Ghiok Riswoto, memberi kesempatan pada perwakilan dari PT Pos Indonesia untuk menyampaikan perihal bisnis jasa pengiriman paket yang selama ini sudah digeluti sampai sekarang, termasuk kendala dan peluang yang akan dihadapi ke depan.

“Dulu, PT Pos Indonesia memiliki tagline jagonya surat. Sekarang, boleh dikatakan bisnis surat-menyurat tinggal seperempat-nya yang ditangani PT Pos. Kini, bisnis paket atau kurir lah yang masih besar,” ungkap Mochamad Alie.

Dengan paradigma baru, PT Pos Indonesia, menurut Alie, membuka seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menjadi Agenpos, yang memang ke depan peluangnya masih sangat besar. Termasuk, pada kesempatan ini PT Pos mengajak salah satu Agenpos tersukses di Indonesia, Pajar Gustaman, yang merupakan warga Kota Bandung.

“Dengan tagline ‘Siapa pun bisa berbisnis dengan PT Pos’, masyarakat yang berkeinginan menjadi Agenpos dengan mengikuti jejak Pak Pajar berbisnis jasa pengiriman,” katanya.

Perlu diketahui, PT Pos menawarkan kerja sama ke pada pihak-pihak yang tertarik berbisnis jasa pengiriman atau kurir dalam empat pola keagenan. Yaitu, menjadi agenpos, kerja sama B to B, kantor pos dikelola swasta, dan M-Agenpos.

Pengembangan bisnis keagenan ada kaitannya dengan bisnis e-commerce yang saat ini peluangnya masih sangat besar. Menurut Alie, boleh dikatakan yang dulu PT Pos jagonya urusan pengiriman surat, sekarang tiga perempatnya lebih ke bisnis kurir atau paket.

Oleh karena itu, PT Pos terus mengembangkan kerja sama keagenan dengan masyarakat, dengan empat pola keagenan. Untuk menjadi agenpos pun persyaratannya cukup mudah. Yaitu, memiliki tempat atau lokasi minimal berukuran 2x3 meter, bisa di mana saja, memiliki komputer, printer, koneksi internet, timbangan, dan pegawai.

 

“Jadi, ingin menjalin keagenan dengan PT Pos syaratnya mudah, datang saja ke Kantor Pos terdekat, serahkan surat pengajuan nanti PT Pos akan menyurvei, bila memenuhi kriteria, maka dia resmi menjadi Agenpos,” ajak Alie.

Sejak bergulirnya program keagenan yang ditawarkan PT Pos, sudah ada 1.262 Agenpos yang tidak bisa bertahan dan akhirnya ditutup. Ini karena mereka, umumnya hanya bereuforia memperoleh kemudahan menjadi agenpos tapi tidak memunuhi ketentnuan, yaitu pendapatan kurang dari 10 juta per bulan, tidak membangun market, dan tidak tahu membangun pasar.

Selanjutnya, sesi kedua di acara Ngaretas ini adalah pengalaman dan cerita sukses Agenpos Berkinerja Terbaik Se-Indonesia, Pajar Gustaman, yang telah bergabung menjadi Agenpos sejak 15 tahun yang lalu.

“Sejak tahun 2000 saya, sudah menjadi agenpos, yang saat itu hanya bisa menjual meterai dan prangko dan berlokasi di gang sempit di seputaran Cicaheum,” kenang Pajar.

Kemudian, di tahun 2008, yang tadinya hanya bisa menjual prangko dan meterai, bertambah ke jawa pengiriman atau paket. Dari situlah, karena tahu lokasi keagenan yang dia miliki kurang strategis, akhirnya terpikir untuk membangun market dengan cara door to door.

Setelah itu, keagenannya bertamah maju dan pelanggan yang menggunakan jasa pengirimanny pun bertamah. Hingga akhirnya, membuka lokasi keagnean di dua tempat yang berbeda di Kota Bandung.

Samapi saat ini, omzet yang diperoleh dari jasa pengiriman sudah mencapai Rp1,3 miliar setiap bulannya. Sehingga, PT Pos memberi anugerah pada Pajar sebagai Agenpos Berkinerja Terbaik di Indonesia.

Terkait kerja sama keagenan, PT Pos juga menawarkan kantor-kantor pos yang mereka miliki untuk dikelola pihak swasta. Termasuk, Pajar Gustaman yang telah mengelola Kantor Pos milik PT Pos yang ada di daerah Cibaduyut, Kota Bandung.

Pada acara tersebut, Siti Nur Maftuhah, Pendamping UMKM Tingkat Jabar, mewakili UMKM di Jawa Barat, bahwa kebutuhan akan distribusi atau pengiriman bagi UMKM sangat penting untuk mengembangkan dan menuju UMKM Juara.

UMKM Juara sebagai program yang digalakkan Gubernur Jawa Barat agar pelaku UMKM naik kelas dari berskala mikro menjadi kecil, perlu dukungan semua pihak, termasuk dukungan pihak-pihak yang bisa menyebarkan dan memasarkan yang banyak dimiliki para UMKM.

“UMKM di Jawa Barat dan di Bandung Raya, umumnya sudah memiliki produk unggulan, salah satu kendala untuk lebih meningkatkan pangsa pasar produk UMKM adalah pendistribusian atau pengiriman,” terang Teh Meta, panggilan akrab Siti Nur Maftuhah.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi para UMKM adalah mengenai bagaimana mengemas agar produk yang akan didistribusikan itu aman dan tepat waktu sampai ke tujuan.

“Harapan kami, produk yang kami kirimkan melalui jasa pengiriman itu, tidak berubah bentuk, tidak rusak, dan sampai tepat waktu, satu lagi ongkosnya juga murah,” pungkas Teh Meta. (sur)

Loading...