Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel Baswedan

Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel Baswedan
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal (kanan) bersama Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel Baswedan, Nur Kholis (kiri). (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Tim Pencari Fakta (TPF) yang dielu-elukan banyak pihak untuk bisa mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan nyatanya tak berhasil.

Namun, Polri malah menyebut kasus Novel terbilang sulit seperti kasus anak Karo Provos Brigjen Hendro Pandowo yang dibacok karena dibegal di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 2018.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan setiap kasus yang ditangani Polri mempunyai kriteria yang berbeda-beda, seperti kasus-kasus yang selama ini masih sulit untuk diungkap.

Misalnya, kasus Novel dibandingkan dengan kasus tewasnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori dan putra Karo Provos Divisi Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo yang hingga kini belum terungkap.

"Kasus Akseyna yang ditemukan di danau kecil UI diduga dibunuh atau terbunuh sampai sekarang belum terungkap. Pembacokan anak Karo Provost Div Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo sampai sekarang belum terungkap," kata Iqbal, Kamis (18/7/2019).

Iqbal mengakui dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel memang tergolong sulit diungkap, tapi Polri serius untuk mengungkap kasus ini.

"Apa kami tidak maksimal? Kami sudah bekerja maksimal untuk mengungkap kejadian-kejadian tersebut. Namun ada kendala tertentu di lapangan, baik alat bukti dan petunjuk," ujarnya.

Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga kini belum dapat mengungkap dalang atau pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. TPF hanya mengungkap motif dibalik penyerangan tersebut yang justru membuat kubu Novel kecewa.(Inilah.com)