Gerindra Bantah Kadernya Jadi Buronan Polisi

Gerindra Bantah Kadernya Jadi Buronan Polisi
Ilustrasi/Net

INILAH, Jakarta- Pengurus DPD Partai Gerindra DKI Jakarta menjawab isu tentang calon anggota legislatif Gerindra yang dikabarkan menjadi buronan polisi yakni Wahyu Dewanto.

Sekretaris DPD Gerindra DKI, Husni Thamrin mengatakan Wahyu tidak pernah melarikan diri. Menurut dia, ketika ada pemanggilan polisi untuk dimintai keterangan yang bersangkutan bentrok dengan pekerjaan.

"WD tidak pernah melarikan diri, kebetulan saja pas pemanggilan bentrok dengan urusan pekerjaan," kata Husni ketika dihubungi wartawan, Kamis (18/7/2019).

Ia mengatakan berkas perkara kasus dugaan politik uang pada pemilu legislatif sudah dicabut, sehingga saat ini sedang menunggu surat resmi dari pihak berwajib terkait dihentikannya kasus tersebut (SP3).

"Berkas perkara telah dicabut pelapor melalui pengacaranya pada Selasa 16 Juli 2019 yang disampaikan secara lisan ke DPD Gerindra DKI. Kami sedang menunggu SP3-nya," ujarnya.

Maka dari itu, Husni mengapresiasi kepada jajaran Polda Metro Jaya karena sudah sigap menangani kasus tersebut secara profesional.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengaku belum mengetahui tentang pencabutan laporan ini. Maka, Argo akan mengeceknya terlebih dulu.

"Kita cek ya," kata dia.

Untuk diketahui, Yupen Hadi melaporkan Wahyu Dewanto atas dugaan politik uang. Pemanggilan Wahyu Dewanto berdasarkan laporan ke Bawaslu pada 31 Mei 2019 dengan Nomor Laporan 24/LP/ PL/Rl/00.00/V/2019.

Kemudian, laporan tersebut telah dilimpahkan ke Bawaslu DKI dengan surat Nomor l069.A/K.Bawaslu/PM 06.00/VI/2019 yang diterima pada 10 Juni 2019 telah diregister di Bawaslu DKI dengan Nomor Register: 023/LP/PL/Prov/12.00/Vl/2019 tentang adanya politik uang diduga melanggar Pasal 280 ayat (l) huruf j, Pasal 523 UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum.[ris]