Ada Apa Emil Ditinggal Relawan Militannya?

Ada Apa Emil Ditinggal Relawan Militannya?

INILAH, Bandung – Gurka hanyalah satu dari banyak simpul relawan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pada Pilkada Jawa Barat lalu. Tapi, dia terhitung paling militan. Kini, mereka mencabut dukungan. Ada apa?

Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) mengaku kecewa dengan Ridwan Kamil. Selain karena sudah tak berada di garis perjuangan yang sama, Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil—juga sulit diajak komunikasi. Tak hanya itu, Gurka menilai Emil terlalu banyak pencitraan di media.

“Banyak program Kang Emil yang pencitraan dan di lapangan masih banyak yang tidak dirasakan masyarakat. Seperti ada benteng yang menghalangi. Ini berat buat relawan. Karena masyarakat terus menagih aspirasi,” kata Ketua Dewan Penasihat Gurka, Iwan Suhermawan, di Kota Bandung, Rabu.

Selain menarik dukungan untuk Ridwan Kamil, pada kesempatan tersebut seluruh pengurus relawan Gurka di Jawa Barat juga resmi membubarkan Gurka.

Iwa mengatakan salah satu program Ridwan Kamil yang dinilainya sebagai pencitraan adalah "Jabar Quick Respon". Berdasarkan informasi yang diterimanya, hanya sedikit laporan warga yang ditindaklanjuti dari program tersebut.

“Saya mendapatkan informasi sudah ada banyak laporan warga yang masuk ke Jabar Quick Respon ada puluh ribuan, tapi yang ditindaklanjuti atau diakomidir hanya 300-an saja,” kata dia.

Dia menuturkan Gurka Jabar mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Ridwan Kamil ketika mantan Wali Kota Bandung itu resmi menjabat Gubernur Jawa Barat.

Kondisi tersebut, kata Iwan, cukup menyulitkan bagi Relawan Gurka Jabar karena mereka terus ditagih warga terkait program-program pembangunan yang dijanjikan saat kampanye.

Menurut dia, selama ini pihaknya berupaya menyampaikan aspirasi masyarakat itu langsung kepada Ridwan Kamil dan meskipun terus dicoba, sosok orang nomor satu di Jawa Barat itu tak juga mau menemui para pendukungnya tersebut.

Gurka termasuk salah satu relawan militan yang mendukung Ridwan Kamil pada Pilkada Jabar lalu. Salah seorang anggotanya, MSH, bahkan pernah dilaporkan ke polisi karena dianggap “menyerang” pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.