Penuh Manfaat, Berkah Aset Wakaf Terus Berlipat

Penuh Manfaat, Berkah Aset Wakaf Terus Berlipat
Ilustrasi (Istimewa)

Mulai dari Senin hingga Ahad, Kawasan Wakaf Terpadu Daarut Tauhiid (DT) yang terletak di Gegerkalong maupun di Eco Pesantren, tidak pernah sepi dari jamaah. Mulai dari santri pendidikan formal, nonformal, Santri Karya (karyawan), hingga jamaah umum terus memakmurkan berbagai aset wakaf di Kawasan Wakaf Terpadu DT.

Beragam kegiatan menghidupkan setiap aset wakaf DT, dari aset wakaf sarana dakwah hingga aset wakaf ekonomi produktif. Berbagai manfaat aset-aset wakaf  DT terus dirasakan.

Dari Santri hingga Jamaah Tamu

Salah seorang yang merasakan manfaat aset wakaf ialah Hasanudin. Santri Program Pesantren Masa Keemasan (PMK) ini merasakan begitu berkahnya Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah, salah satu aset wakaf sarana dakwah.

Selain menjadi tempat belajar, Hasanudin mengatakan, Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah terus membuat dirinya memiliki semangat melakukan berbagai hal positif, di antaranya berbagi dengan sesama muslim.

Kita ini sudah tua, kadang kembali seperti anak-anak. Di sini, kami diajarkan kembali kebiasaan yang baik. Salah satunya kembali menghidupkan semangat untuk bersedekah. Aset Wakaf Daarut Tauhiid (DT) terus membimbing kita agar bisa mengisi hari tua dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

“Mudah-mudahan bisa istiqamah dan mengamalkannya di tempat yang lain,” katanya usai mengikuti materi tentang sedekah, di Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah, Selasa (16/7).

Hal hampir serupa juga dirasakan Arif Maulana, salah seorang Santri Dauroh Qolbiyah (DQ). Berawal dari kekagumannya pada kemakmuran dan keberkahan Kawasan Wakaf Terpadu DT, dirinya menjadi santri DQ.

Saya ikut program ini kan lihat kawan-kawan yang pernah, dan memberikan banyak perubahan bagi lingkungannya. Setelah ada di DT, saya baru bisa merasakan sendiri bagaimana manfaat memakmurkan aset wakaf.

“Wajar saja di sini sangat terpelihara berkahnya, karena hampir seminggu penuh setiap aset wakaf terus dimakmurkan jamaah,” ujar Arif, saat dijumpai di aset wakaf Masjid Daarut Tauhiid Gegerkalong Bandung, Selasa (16/7).

Sedangkan Ilham, salah seorang siswa SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) mengatakan, dirinya sangat merasakan manfaat aset wakaf, dengan memakmurkan aset wakaf, salah satunya kedisiplinannya yang terus bertambah.

“Wah, kalau diceritain mah banyak, cuma saya ingat sekarang saya Ketua OSIS di sini. Kalau saya flash back, dulu saya sering memakmurkan aset wakaf Masjid dan ruang perpustakaan, karena keduanya sangat bagus untuk digunakan diskusi, mengolah organisasi, juga menimba ilmu. Sekarang saya udah jadi kakak, kalau gak bisa meningkatkan kemampuan dan usaha memakmurkan aset wakaf, apa kata adik saya?” katanya.

Sementara itu, Ridwan Fajrie, salah seorang Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, yang datang mengunjungi Kawasan Wakaf Terpadu DT merasakan keindahan dan melihat langsung pengelolaan aset Wakaf DT, terutama pengelolaan Masjid DT.

“Hal pertama yang dirasa, kagum, karena wewangian di masjid yang tercium sampai luar. Pas ke dalem tadi keren, kebersihan WC, lantai, fasilitasnya. Saya dan temen-temen bahkan sempet salat duha dulu, dan religiusitas kerasa dan terbawa jadi salat makin khusuk. Terus saya lihat anak kecil lagi ngapalin Quran. Wah, saya belum lihat hal kayak gini, kayaknya kebersihannya hampir sama dengan di kantor-kantor TNI,” ujarnya.

Keempatnya berharap, banyaknya makmurnya Kawasan Wakaf Terpadu DT dapat mengalirkan pahala yang terus mengalir kepada para muwakif (pewakaf). Arif Mengatakan, semakin banyak aset yang dimanfaatkan, maka semakin banyak pula pahala yang mengalir kepada muwakif. (Elga/Agus)