Senegal vs Aljazair, Duel Dua Sahabat

Senegal vs Aljazair, Duel Dua Sahabat
Ilustrasi/Net

INILAH, Kairo- Mereka lahir berselisih satu hari, dibesarkan di kota yang sama dan menikmati karir bermain yang megah. Ah, dua sahabat yang 'dipaksa' bertarung demi sebuah gelar prestisius.

Aliou Cisse pelatih Senegal dan Djamel Belmadi pembesut Aljazair ini sama-sama sukses sebagai pelatih. Tapi, hanya ada satu yang bisa merajai Piala Afrika tahun ini. Keduanya akan bertarung di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (20/7) dini hari WIB.

Cisse lahir pada 24 Maret 1976 di Senegal, sedangkan rekannya dari Aljazair itu tiba ke dunia sehari kemudian di Champigny-sur-Marne. Di sudut kota Paris ini pula,  Cisse pindah ke sana pada usia sembilan tahun. Maka, nasib kedua orang ini dibentuk.

"Dia kenalan lama. Saya katakan itu dengan kecintaan besar," kata Belmadi yang masuk kancah sepak bola profesional di Paris Saint-Germain sedangkan Cisse mengawalinya bersama Lille. 

Walaupun tidak pernah bermain dalam satu tim, mereka menghormati lapangan yang sama di Prancis selama hampir satu dekade.

Duo ini hampir 180 kali tampil bermain pada Ligue 1 di enam klub berbeda, tetapi di Afrika-lah warisan mereka menemukan dimensi yang lebih besar.

Cisse, kapten Senegal yang kalah pada final edisi 2002, bernasib lebih baik dibandingkan Aljazair yang diasuh Belmadi pada babak kualifikasi Piala Afrika tahun itu. Tetapi Aljazair membalasnya di Kairo tahun ini dengan menang 1-0 pada fase grup.

Pertemuan mereka adalah pertemuan dua pelatih lokal pertama pada sebuah final Piala Afrika dalam 21 tahun terakhir.

"Menjadi jauh lebih rumit ketika Anda lokal ketimbang saat Anda ekspatriat. Saatnya kami (orang Afrika) percaya kepada diri sendiri, kepada anak-anak kami, kepada pelatih-pelatih kami. Sedikit demi sedikit tatanan berubah," kata Cisse seperti dikutip AFP.

"Memainkan final ini melawan sahabat saya, adalah menakjubkan. Saya kira ini pesan besar yang kami kirimkan kepada para pejabat sepak bola di Afrika," sambung Belmadi.

Cisse dengan hati-hati mengkonstruksikan tim Senegal-nya sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada 2015. Dia melewati kemajuan terus menerus termasuk tampil pada Piala Dunia 2018 setelah 16 tahun absen.

Sebagaimana halnya Belmadi, ditunjuk tahun lalu, Cisse mewarisi tim yang babak belur, yang diganggu kebijakan keluar masuk pelatih sebelumnya.

Belmadi menyebut kualitas Cisse sebagai pelatih sama bagusnya dengan kualitas dia sebagai pemain.

"Dia orang yang sangat disiplin. Meskipun kurang pengalaman melatih, dia cepat menelurkanhasil dan konsisten bekerja, yang memang berasal dari karirnya yang cemerlang," kata Belmadi.

"Djamel adalah ahli strategi ulung, pelatih yang hebat. Dia mampu mengarahkan timnya bermain seperti dia inginkan," balas Cisse seperti dikutip AFP. (bsf)
 

Loading...