KY 'Pelototi' Sidang 24 Kasus Sengketa Pemilu

KY 'Pelototi' Sidang 24 Kasus Sengketa Pemilu
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pileg 2019. (Antara Foto)

INILAH, Bandung- Usai kampanye Pileg dan Pilpres, Komisi Yudisial (KY) langsung melakukan pemantauan persidangan sengketa pemilu yang mencapai 24 kasus di beberapa provinsi di Indonesia.

Kasus sidang sengketa pemilu yang dipantau di antaranya perkara terkait dengan politik uang, menggunakan fasilitas negara dalam kampanye, kampanye di tempat ibadah, menyebabkan suara pemilih tidak bernilai.

"Kebanyakan kasus melibatkan calon legislatif, bahkan beberapa di antaranya adalah kepala daerah," kata Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY Farid Wajdi di hadapan wartawan saat menggelar workshop Sinergisitas KY dengan Media Massa, Hotel Aston Braga, Jalan Braga, Kamis (18/7/2019).

Pemantauan persidangan perkara pemilu merupakan tindak lanjut dari Desk Pemilu KY yang diluncurkan KY pada Maret 2019, sebagai bentuk komitmen KY dalam mendorong terwujudnya Pemilu 2019 yang bersih dan adil.

"Perkara ini menjadi prioritas KY untuk dipantau karena pemilu berlangsung cepat. Mulai dari proses pemantauan hingga diputuskan dalam Sidang Panel dan Sidang Pleno oleh anggota KY," ujarnya.

KY berinisiatif melakukan pemantauan persidangan perkara pemilu sebagai langkah pencegahan agar hakim tetap bersikap independen dan imparsial dalam memutus, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, termasuk oknum kepala daerah atau caleg yang sedang berperkara.

Hakim tidak boleh diintimidasi sehingga hendaknya diberi keleluasaan dalam mengadili suatu perkara secara fair. Selain persidangan pemilu, KY juga melakukan pemantauan persidangan perkara-perkara lain, seperti pidana umum, Tata Usaha Negara, dan agama.

Pada Semester 1 2019, KY menerima 244 permohonan pemantauan persidangan, yaitu 200 permohonan masyarakat yang berasal dari individu. instansi instansi pemerintah, dan organisasi masyarakat serta 44 inisiatif KY.(Ahmad Sayuti)