PSIS vs Persib, Supardi: Mereka Agresif!

PSIS vs Persib, Supardi: Mereka Agresif!
Kapten Persib Bandung, Supardi. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung- Kapten kesebelasan Persib Bandung, Supardi Nasir terpaksa harus menyimpan euforia kemenangan atas Kalteng Putra. Kini, pemilik nomor punggung 22 ini mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi laga PSIS Semarang. 

Kedua tim akan bertarung dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu (21/7/2019) tepat pukul 15.30 WIB. 

Supardi bahkan mengaku sudah mengantongi kekuatan dari tim berjulukan Laksar Mahesa Jenar itu. Itu terlihat dari pertandingan saat berhadapan dengan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (17/7/2019).

"Kemarin mungkin kita semua banyak nonton. Semarang sangat agresif, mereka sangat cepat ketika transisi. Itu yang coach (Robert Alberts) ingatkan, karena mereka menyerangnya luar biasa dan perlu kita antisipasi," ungkap Supardi di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (18/7/2019). 

Selain itu, Supardi juga melihat PSIS Semarang dalam motivasi berlipat setelah mampu menang atas PSS Sleman dengan skor 3-1. Padahal awalnya PSIS Semarang kebobolan lebih dulu sebelum berhasil mencetak tiga gol balasan. 

"Otomatis motivasinya naik dan mungkin enjoy. Tapi penting untuk kita bagaimana bisa menghentikan mereka di kandang. Kita datang kesana harus punya target, dan target itu semua pemain sudah tahu targetnya," katanya. 

Namun Supardi menyadari di laga tersebut Persib tampil pincang setelah dua bek tengah Bojan Malisic dan Achmad Jufriyanto yang selama ini menjadi pilihan utama tidak bisa dimainkan karena akumulasi kartu kuning. 

"Jarang terjadi dua pemain inti absen. Tapi itulah kedaan sekarang yang harus kita siapkan. Siapapun yang mengisi slot itu harus siap membuktikan bahwa kalian bisa. Siapapun yang ada dan coach lebih tahu siapa pemain-pemainnya yang siap untuk bisa," tuturnya. 

Pemain asal Bangka ini hanya berharap pemain yang mengisi posisi yang ditinggalkan Bojan dan Jufriyanto bisa lebih intens dalam berkomunikasi. Dari mulai mengingatkan untuk saling menutupi. 

"Karena intinya ketika komunikasi terjalin baik pengaruhnya besar. Saya berharap juga ke temen-temen siapapun yang main semua kapten. Apalagi dengan gemuruh di stadion yang jaraknya jauh. Siapapun yang dekat bicara. Saya harap seperti itu," harapnya. (Muhammad Ginanjar)