Potensi Besar, Industri Mebel Jabar Perlu Inovasi dan Kreasi

Potensi Besar, Industri Mebel Jabar Perlu Inovasi dan Kreasi
(Disperindag) Provinsi Jabar menggelar Pelatihan Pembuatan Rak Buku bagi Industri Kecil Perkayuan di Sumedang pada Senin-Selasa (15-16/7/2019). (Istimewa)

INILAH, Sumedang- Industri kecil mebel atau perkayuan di Jawa Barat dituntut berinovasi dan berkreasi dalam membuat desain  dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi produk yang bernilai. 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jabar menggelar Pelatihan Pembuatan Rak Buku bagi Industri Kecil Perkayuan di Sumedang pada Senin-Selasa (15-16/7/2019).

Pada kegiatan yang diikuti 30 peserta ini diharapkan pelaku Industri kecil perkayuan, khususnya di Sumedang dapat meningkatkan kompetensi dan kreativitasnya. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat, melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Industri Pangan, Olahan dan Kemasan (UPTD IPOK), Ellyn Setyairianti menilai industri mebel nasional memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang. Mengingat didukung sumber bahan baku yang melimpah. 

Sedangkan  sektor industri kecil industri perkayuan ini merupakan sektor padat karya yang perlu prioritas untuk didorong berorientasi ekspor. Meski begitu industri pengolahan kayu saat ini menghadapi berbagai permasalahan, diantaranya pengolahan dan finishing produk mebel belum sempurna sesuai dengan kriteria pasar maupun standar yang berlaku. Selain itu, minimnya tenaga ahli atau trampil untuk pengolahan kayu menjadi produk mebel atau kerajinan yang berorientasi ekspor masih belum memenuhi harapan kita.


"Pengrajin masih kesulitan mendapatkan bahan baku yang baik dan bersertifikat Sistem Verifikasi Legal Kayu (SVLK) bagi IKM perkayuan sumedang. Berkurangnya  SDM industri kecil pengolahan kayu, karena berpindah menjadi pekerja di sektor lain. Penguasaan teknologi finishing masih ketinggalan  sehingga desain produk-produk dari kayu masih ditentukan oleh pembeli dari luar negeri (job order) serta masih lemahnya market intelligence, mengakibatkan terbatasnya informasi pasar ekspor maupun bahan baku  yang dipersyaratkan,” ujar Ellyn.

Untuk itu, lanjut Ellyn, salah satu pengembangan IKM mebel perlu terus didorong melalui dukungan pembentukan komunitas industri mebel dan kerajinan kayu.  Hal ini pun terjadi di Sumedang mengingat sentra mebel dan kerajinan kayu terbesar yaitu di daerah Conggeang, Paseh dan Rancakalong memiliki potensi besar untuk lebih berkembang. 

Selain itu, untuk membangkitkan kembali industri pengolahan kayu khususnya di Kabupaten Sumedang diperlukan dukungan dari semua pihak  untuk saling bekerjasama secara sinergis dengan mengutamakan kepentingan bersama.

“Pelatihan pembuatan rak buku yang diselenggarakan melalui kegiatan pelatihan kompetensi pelaku usaha industri pertekstilan, perkayuan dan rotan tahun anggaran 2019 pada UPTD IPOK. Harapannya melalui kegiatan ini, meningkatkan kompetensi dan kreativitas pengrajin perkayuan Sumedang khususnya di lingkungan sub unit pengembangan industri perkayuan Sumedang,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam pelatihan ini pihaknya berupaya menumbuhkan SDM industri kecil menengah mebel dan kerajinan kayu baru di wilayah Sumedang. Peserta memahami teori, dan mampu membuat produk mebel kayu dari awal hingga jadi serta peserta mampu mendesain dan membuat mebel secara madiri.

Produk mebel khususnya kerajinan kayu sangat erat dengan citarasa dan selera.   Begitupun untuk pasar dalam negeri produk mebel dan kerajinan kayu  masih menjadi primadona. 

Secara geografis wilayah Kabupaten Sumedang berdekatan dengan zona segitiga emas Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) sebagai zona pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat, yang terkoneksi dengan transportasi tol Cipali, tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). 

Dengan dibangunnya pelabuhan laut dan  pelabuhan udara Kertajati di Malalengka menjadikan Sumedang sebagai daerah  penting di Jawa Barat, khususnya untuk aktivitas industri dan perdagangan. Kondisi ini menjadi suatu peluang bagi IKM perkayuan Sumedang untuk meningkatkan produksi mebel dan kerajinan kayu dengan kualitas dan desain yang menarik. (Rianto Nurdiansyah)