Ngantor di Kelurahan, Sukasari Tak Seindah Dunia Maya

Ngantor di Kelurahan, Sukasari Tak Seindah Dunia Maya
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya berkantor di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (18/7). Dia pun memantau langsung perkembangan wilayah yang dinakhodai Dicky Iman Nugraha, lurah termuda di Kota Hujan.

Bima Arya sempat bercanda di ‘kantor barunya’ itu. Dia bilang, ketika pelantikan beberapa waktu lalu, semua wajah pejabat yang dilantik semringah, kecuali Lurah Sukasari. Tapi, setelah melihat perkembangan, ternyata Dicky memang selalu serius.

“Saya lihat perkembangan Sukasari keren dari pantauan dunia maya. Tapi, kadang dunia maya lebih indah dari dunia nyata. Karena itu, saya ingin mengecek langsung ke warga. Hasilnya baik dan tanggapan warga Sukasari bagus,” ungkap Bima.

Bima menjelaskan, dirinya sering berkantor di wilayah, agar semua warga berhak menikmati pembangunan infrastruktur dan lainnya. Karena itu, dia meminta lurah memetakan dan berbicara langsung dengan masyarakat terkait permasalahan yang ada. Dia minta lurah jangan sibuk berkreasi dulu, tapi menggali informasi dan gagasan dari warga.

“Layanan dasar harus diperhatikan. Kalau ada anak usia sekolah di jalanan, ditanya kenapa tidak sekolah. Kalau ada rumah tidak layak huni, didata dan diajukan,” jelasnya.

Lurah Dicky Iman Nugraha mengatakan, permasalahan yang ditemukan di antaranya ada wilayah terkendala pengangkutan sampah karena tiga RW menggunakan satu tempat penampungan sementara (TPS). Lalu, ada 14% penduduk usia produktif tidak bekerja di Sukasari. Kemudian 47 rumah tidak layak huni (RTLH) belum terintervensi. Juga ada PKL yang belum ditertibkan.

“Saya saat ke lapangan, menemukan 31% warga usia sekolah, ternyata tidak sekolah. Karena itu saya akan mewujudkan kelurahan yang kolaboratif, memecahkan masalah dengan teman-teman LPM dan tokoh masyarakat,” tuturnya.

Dicky menegaskan, beberapa masalah sudah bisa diatasi. Di antaranya di RW 6 yang kerap kehilangan kendaraan bermotor, dilakukan pengadaan CCTV secara swadaya. Lalu, temuan sampah medis di Ciliwung sudah ditelusuri dan ada masyarakat yang mengakui membuang sampah media berupa kateter. (rizki mauludi/ing)
 

Loading...