Islam Menolak Akidah Trinitas

Islam Menolak Akidah Trinitas

1- Pada kisah Buhaira (dalam artikel sebelumnya) terdapat bukti bahwa Ahlul Kitab mengetahui sifat dan zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan diutus, pengingkaran mereka terhadap risalah adalah atas dasar ilmu pengetahuan bukan atas dasar kebodohan.

Allah Taala berfirman, "Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, Padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu." (QS.Al-Baqarah: 89)

2- Pada kisah Buhaira terdapat kesaksian Ahlul Kitab terhadap Ahlul Kitab, bahkan kesaksian seorang ulama dari Ahlul Kitab tentang kebenaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan kesaksian terhadap orang-orang Nashrani bahwa mereka akan memusuhi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Sebagian Nashrani berkomentar tentang pertemuan Buhaira dengan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, mereka berkata, "Apa yang dikatakan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam setelah diangkat menjadi Nabi adalah dari pengajaran Buhaira, kalau memang demikian maka patut dikatakan kepada mereka, Kenapa kalian tidak menerima pernyataannya yang mengatakan tentang kebatilah akidah trinitas, penghapusan dosa dan penyaliban, doktrin yang dibawakan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari pendeta itu?

Kenapa orang-orang Nashrani pada hari ini tidak menerima pernyataan dari sesepuh mereka (pendeta Buhaira) tentang kebatilan akidah mereka sebagaimana yang difirmakan oleh Allah Taala, "Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam." (QS.Al-Maidah: 72)

Dan juga firmannya, "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa." (QS.Al-Maidah: 73)

Nabi Isa pun membantah akidah trinitas sebagaimana disebut dalam ayat, "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?." Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." (QS. Al-Maidah: 116)

Semoga menjadi pelajaran berharga. [Referensi Terjemahan: Fikih Sirah Nabawiyah/Muhammad Abduh Tuasikal]

Loading...