Sejumlah Relawan Ridwan Kamil Tarik Dukungan

Sejumlah Relawan Ridwan Kamil Tarik Dukungan

INILAH, Bandung,- Sejumlah Relawan untuk Ridwan Kamil (Gurka) menarik dukungannya kepada Ridwan Kamil. Pernyataan tersebut disampaikan langsung mantan Ketua Penasihat Gurka, Iwan Suhermawan. Kondisi tersebut tentu saja cukup menarik banyak kalangan. Kendati pernyataan penarikan dukungan tersebut kemudian dibantah pendiri sekaligus Ketua Umum Gurka, Poerwa Laksana.

Ketua Umum Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka), Poerwa Laksana mengatakan, penarikan dukungan kepada Gubenur Jawa Barat bukan suara keseluruhan Gurka. Dia menegaskan sikap tersebut hanya mewakili personal eks relawan Gukra.

Pernyataan pembubaran sekaligus penarikan dukungan terhadap RK disampaikan sejumlah relawan Gurka diwakili mantan Ketua Dewan Penasihat Gurka Iwan Suhermawan, Kamis (17/7). Poerwa katakan, pernyataan itu disampaikan satu jam setelah dibubarkan.

"Saya tegaskan itu tidak mewakili Gurka secara keseluruhan. Kemerin mewakili perseorangan bukan lembaga. Terhitung kemarin bubar jam 3 sore, sedangkan pernyataan mereka jam 4 sore. Artinya sudah bubar, tidak mewakili Gurka lagi," kata Poerwa kepada wartawan di salah satu kafe di Jalan Cimanuk, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019) malam.

Poerwa menegaskan, pembubaran Gurka bukan atas dasar  kesulitan komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil. Bukan pula karena adanya keluhan relawan Gurka tidak diakomodir dalam program kegiatan yang digagas gubenur Jabar dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum.

Bahkan, dia sampaikan, Gurka adalah komponen relawan pertama yang diundang ke Gedung Pakuan untuk melakukan audiensi setalah orang nomor satu di Jabar tersebut dilantik. "Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau (Ridwan Kamil) Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Qiuck Respon (JQR)," katanya.

Namun dia tak menampik, pembubaran kelompok relawan ini karena adanya perbedaan pendapat. Dia melihat situasi tersebut tidak baik sehingga diputuskan untuk dibubarkan. "Jangan diterjemahkan seperti organisasi seutuhnya. Intinya dibubarkan karena perbedaan prinsipnya, karena ada dari mereka yang harapkan ke Ridwan Kamil)," tegas dia.

Sementara itu, Koordinator Silaturahmi Relawan Rindu, Hanif Mochammad memastikan komunikasi antara relawan dan Ridwan Kamil sejauh ini masih tetap terjaga. Bahkan, relawan pun masih menampung aspirasi yang disampaikan oleh masyarkat.

"Jadi forum silaturahmi relawan ini sebenarnya wadah komunikasi terhadap aspirasi, janji kampanye dan segala dukungan program RK dan Uu. Jadi kalau tersendatnya komunikasi itu tidak benar, sebetulnya kami menyediakan itu, ada grup WA juga," jelas dia.

Kendati demikian, dia memastikan, pihaknya akan mengawal aspirasi masyarakat dan melihat kinerja Gubenur dan Wakil Gubenur Jawa Barat secara objektif.  Bilamana ada kebijakan yang tidak pro rakyat, pihaknya pun tidak akan segan bilamana harus mengkritik. "Kami juga akan kritisi kalau programnya tidak pro rakyat. Kami tetap menyerap aspirasi, janji kampanye bisa sampai dan direncanakan ke pembangunan," tutur dia.

Disinggung kubu Iwan menyindir buruknya eksistensi JQR, Hanif membantahnya. Dia yang juga Wakil Ketua Harian JQR menyebut sebagian besar pengaduan yang masuk ke JQR tengah diproses.
"57.012 aduan sudah masuk sejauh ini. Tapi gak semua laporan darurat. Ada 34.241 pengaduan yang telah direspon dan ditindaklanjuti. Nah kalau yang kemarin disebut hanya 357 yang ditindaklanjut salah, itu yang sudah selesai," pungkas Hanif. (rianto nurdiansyah/ghi)