Situ Buleud Menyusut, Air Mancur Menari Tak Beraksi

Situ Buleud Menyusut, Air Mancur Menari Tak Beraksi
Ilustrasi (Net)

INILAH, Purwakarta - Bidang Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, saat ini sedang ketar-ketir. Pasalnya, debit air di Situ Buleud (Taman Sribaduga) menyusut, dampak dari musim kemarau.

Dengan kondisi tersebut, pada Sabtu (20/7) dipastikan tidak akan ada pertunjukan air mancur menari di lokasi itu. Menurut pengelola wisata di dinas terkait, untuk sementara waktu suguhan air mancur menari tak beroperasi dulu hingga waktu yang tak ditentukan.

Kabid Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana menuturkan, jajarannya sengaja untuk tidak mengoperasikan pertunjukan air mancur ini sementara waktu. Karena, kondisi air di Situ Buleud sedang tak memungkinkan.

"Kami tidak mau ambil risiko. Jika kita paksakan saat debit air kurang, khawatir malah merusak komponen-komponen yang mengoperasikan air mancur," ujar Irfan kepada INILAH di kantornya, Jumat (19/7/2019).

Irfan mengaku, hasil pantauannya saat ini debit air di situ tersebut menyusut. Sehingga, tak akan mencukupi jika harus dipakai untuk pertunjukan. Dengan begitu, di akhir pekan ini dipastikan tak akan ada pertunjukan dulu.

"Sifatnya situasional. Kalau kondisi air sudah memungkinkan, kita akan buka kembali. Kalau airnya kurang seperti ini, daya tekan untuk menaikkan airnya juga otomatis tidak akan kuat," tambah dia.

Irfan menambahkan, pihaknya tidak dapat memastikan sampai kapan penutupan sementara ini akan berlangsung. Pihaknya hanya bisa menunggu sampai debit air kembali mencapai batas normal. Sehingga air mancur, bisa kembali beroperasi sebagaimana biasa. 

"Kami mohon maaf, untuk sementara waktu Air Mancur di Taman Sri Baduga tidak beroperasi dulu.‎ ‎Belum tahu sampai kapan. Nanti ada pemberitahuan selanjutnya. Yang jelas, kalau debit air sudah kembali normal, kami akan kembali membukanya," kata dia menambahkan.

Seperti diketahui, keberadaan Taman Sri Baduga (Situ Buleud), Kabupaten Purwakarta saat ini seolah menjadi magnet bagi wisatawan. Sejak dibangun pada 2014 lalu, kawasan wisata yang menyuguhkan pertunjukan air mancur menari terbesar di Asia Tenggara itu bak oase di gurun pasir. 

Setiap Sabtu malam, lokasi ini selalu disesaki pengunjung, baik warga lokal maupun luar kota. Mungkin yang menjadi daya tariknya, karena selain memiliki lingkar sekitar 1 hektare, air mancur tersebut juga diciptakan dengan beragam variasi gerakan yang disesuaikan dengan irama musik yang diputar. 

Selain menggunakan media air mancur yang dipadukan dengan musik dan lagu, pertunjukan ini juga dijalankan dengan menggunakan proyektor canggih. Sehingga, dalam air mancur tersebut juga bisa sekaligus menampilkan cerita bergambar dari tirai air yang menyembur. (Asep Mulyana)