Bulan Depan, Setiap RW Jabar Aplikasikan Tiga Fungsi Sapa Warga

Bulan Depan, Setiap RW Jabar Aplikasikan Tiga Fungsi Sapa Warga
Ilustrasi/Inilahkoran

INILAH, Bandung- Pendekatan Informasi Computer dan Teknologi (ICT) jadi  'kojo' Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mengimplementasikan program desa digital. Termasuk pula dalam memonitor dan memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada warganya.

Pada Agustus 2019 ini, penyediaan smartphone untuk setiap perangkat Rukun Warga (RW) se-Jawa Barat akan dimulai. Dengan adanya aplikasi Sapa Warga di setiap smartphone  maka komunikasi gubenur dengan ketua RW pun tidak lagi mesti selalu ditempuh dengan cara bertatap muka 

"Yang penyediaan smartphone itu nama programnya sapa warga ya," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, Jumat (19/7/2019).

Sapa warga ini, dia katakan, adalah penyediaan gadget atau gawai kepada pengurus RW yang memiliki tiga fungsi. Fungsi pertama sebagai layanan publik , fungsi kedua sebagai informasi dan fungsi yang ketiga sebagai pengaduan atau lapor. 

"Yang sebagai layanan publik, di dalamnya nanti akan berisi konten tentang perizinan. Ada juga konten tentang E-Samsat, ada juga tentang berita info lelang dan sebagainya," jelasnya.

Adapun yang mengisi konten pada aplokasi Sapa Warga adalah berada di ranah Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat. Sementara pihaknya hanya memfasilitasi pengadaan smartphone melalui program bantuan keuangan desa. 

"Tahun ini ada program bantuan keuangan ke desa yang ada untuk infrastruktur, ada untuk pembinaan aparatur desa dan ada untuk sapa warga," imbuhnya.

Dedi mengaku, besaran bantuan keuangan tersebut berada di angka Rp127 juta per desa. Baik itu untuk pengembangan infrastruktur, pembinaan aparatur dan juga mengoptimalkan program Sapa Warga. Sedikitnya ada 5.312 Desa di Jabar yang bakal difasilitasi. 

"Nah kalau pencairan itu yang bertahap dihitung dari kemarin. Pokonya sampai saat ini sudah ada merata sekitar di 1.397 gadget yang akan dibeli oleh desa desa-yang sudah mendapatkan bantuan keuangannya," katanya.

Ketika smartphone tersebut telah berada di setiap RW, maka hal itu yang akan menjadi bagian dari konsep Desa Digital. Nantinya, kata Dedi, sebelum aplikasi Sapa Warga ini diterapkan terlebih dulu ada pembekalan dari Diskominfo kepada pihak yang akan menggunakan smartphone.

"Nah isi konten dan sosialiasi termasuk rencana pembekalan itu ada di teman temannkominfo. Tapi kita sudah melakukan rapat yang insya Allah rencananya di bulan depan," katanya..

Lebih lanjut, Dedi memastikan, alokasi pembelian smartphone melalui bantuan keuangan untuk setiap desa tersebut tidak akan disalahgunakan oleh RW. Sebab saat bantuan itu akan dikucurkan akan tertera rencana penggunaanya melalui proposal.

"Terus Dari situ ada penujuk teknis tentang bantuan itu mengacu kepada peraturan gubernur," katanya.

Disinggung terkait spesifikasi smartphone yang harus dibeli oleh setiap RW, tentunya harus sesuai standar agar Sapa Warga dapat berjalan optimal. Baik itu secara ruang menyimpan data, lebar layar dan jenis. 

"Kira-kira begini, da sekian gygabite (ram), trus lebar layarnya antara 5-7 (inch), tipenya android. Karena setelah itu kan akan masuk ke dalam program Sapa Warga dengan berbagai layanan di dalamnya. Maka fungsinya harus sesuai," pungkasnya.  

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan program Sapa Warga atau gawai kepada RW ini akan dimulai pada Agustus 2019 ini. Hal itu dia tulis pada kolom komentar akun Instagram pribadinya @ridwankamil saat membalas komentar @dj_zayanti.  

"bulan depan kemungkinan smartphone RW dgn apps “Sapa Warga” akan dimulai. Komunikasi RW dgn gubernur akan lebih mudah. Memonitor rapor/masalah di RW juga lebih mudah," tulis Ridwan Kamil. (Rianto Nurdiansyah) 

 

Loading...