Lapas Jelekong Gagalkan Penyelundupan Narkotika yang Diselipkan Dalam Kelamin

Lapas Jelekong Gagalkan Penyelundupan Narkotika yang Diselipkan Dalam Kelamin
istimewa

INILAH, Bandung - Pihak keamanan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Bandung menggagalkan penyeludupan narkotika ke dalam Lapas yang berada di Jelekong Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Kamis (18/7/2019) kemarin. 

Diketahui, seorang perempuan berinisial YE (35) yang berkunjung ke salah seorang warga binaan menyembunyikan narkotika pada alat kelaminnya. Barang haram itu dibungkus menggunakan kondom.

Kalapas Jelekong Gun Gun Gunawan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Modus yang dilakukan pelaku yakni saat melakukan kunjungan kepada napi yang diakuinya sebagai teman.

"Tersangka YE ini menyelundukpan narkotika dengan cara mengemasnya di dalam kondom dan membawa ke dalam Lapas dengan disimpan di dalam alat kelaminnya. Kemudian, barang yang diselundupkan itu dikeluarkan di toilet dan diambil salah seorang warga binaan berinisial SP," kata Gun Gun di Lapas Jelekong, Jumat (19/7/2019).

Dia menjelaskan, penggagalan penyelundupan itu berawal dari petugas pengamanan Lapas yang mendapatkan narkotika berjenis sabu dan gorila dari warga binaan berinisial DS pada saat pemeriksaan badan. Barang haram ini disimpan dan dibungkus dalam kotak rokok.

"Dari keterangan, DS ini mendapatkan narkotika dari warga binaan lain inisial SP, dan SP ini mendapatkankannya dari YE saat berkunjung," ujarnya.

Gun Gun melanjutkan, sejak awal YE ini sudah dicurigai petugas keamanan Lapas sehingga mendapatkan pengawalan ketat petugas. YE diakuinya datang berkunjung menemui temannya DS.

"Saat kunjungan itu, YE sempat ke toilet. Setelah dari toilet itu, YE memberikan sesuatu pada warga binaan. Saat kami cek di toilet ada sebuah kondom yang kami curigai dibawa pengunjung tersebut," ujarnya.

Dia mengaku pihaknya berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Bandung. Awalnya, YE berkilah tidak mengakui perbuatannya tersebut saat diinterogasi petugas. Namun, pada saat ditunjukkan bukti percakapan chatting pelaku akhirnya mengakui.

"Ada tiga orang warga binaan yang diduga terlibat, satu orang warga binaan yang dikunjungi dan dua orang warga binaan yang mengambil paket tersebut di toilet," katanya. 

Dari para pelaku itu, petugas keamanan menyita kurang lebih 1-2 gram sabu sabu dan tiga linting tembakau gorila. Kemudian di dalam tas YE juga petugas menemukan obat terlarang. Selebihnya pihak lapas menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Satnarkoba Polres Bandung. (Dani R Nugraha)