PLN Perkuat Pasokan Daya GI Karawang

PLN Perkuat Pasokan Daya GI Karawang
istimewa

INILAH, Bandung - PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (PLN UIP JBT II) memperkuat Gardu Induk (GI) Karawang. Untuk itu, Unit Pelaksana Proyek Jaringan Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JJBT 4) sebagai pelaksana memberikan pasokan daya untuk pertama kali untuk GI 150 kV KIIC II/ Margakarya dan Bay Line 150 kV #2 GI 150 kV Pinayungan.

Manajer UPP JJBT 4 Zaky Adikta mengatakan, tujuan penguatan daya tersebut untuk menyuplai listrik ke pelanggan premium kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC). Plus, pengembangan kawasan industri maupun pemukiman ke depan.

“Energizing ini membuktikan kepada para calon investor bahwa PLN mampu dan andal menyalurkan tenaga listrik bagi kawasan industri maupun pabrik di Indonesia,” kata Zaky, Jumat (19/7/2019).

Menurutnya, walaupun ada kendala dalam pelaksanaannya namun PLN mampu melakukan percepatan dan selesai sebelum durasi kontrak berakhir. Penyelesaian pembangunan GI yang cepat ini diharapkan dapat memberikan stimulus bagi pabrik-pabrik untuk segera beroperasi dan terus bertumbuh. Ujungnya, dunia industri semakin bergairah yang berdampak pada tersedianya lapangan kerja baru.

Zaky menyebutkan, dari total 653 pelanggan premium di Jabar , sekitar 34,4% berada di KIIC. Jumlahnya terhitung sebanyak 224 pelanggan. Selain itu, GI ini juga untuk menyuplai listrik di kawasan industri lainnya di wilayah Kabupaten Karawang dan sekitarnya. 

Sementara, ketersediaan pasokan listrik Jabar saat ini mencapai 9.442 MW dengan beban puncak berkisar 7.101 MW. Berdasarkan hal itu, masih ada pasokan listrik sebesar 2.341 MW yang dapat dimanfaatkan para investor untuk menanamkan modalnya dengan membangun membangun pabrik di Jabar.

Dia merinci, hingga Juni ini jumlah pelanggan PLN UID Jabar di Karawang mencapai 861.744 pelanggan. Jumlah listrik yang dipakai sepanjang tahun kumulatif hingga Juni 2019 mencapai 3.031.304.182 kWh. 

“Paling banyak yang berkontribusi yakni pelanggan industri yang pemakaian listrik sepanjang tahun kumulatif hingga Juni 2019 mencapai 2.210.603.798 kWh,” sebutnya. (*)