Hari Jadi Purwakarta Garing?

Hari Jadi Purwakarta Garing?
Ilustrasi/Net

INILAH, Purwakarta- Sabtu (20/7), Purwakarta menginjak 188 tahun dan Kabupaten Purwakarta memasuki usia 51 tahun. Sebagai bagian dari perayaan hari jadi, pemerintah membuat rangkaian kegiatan sejak jauh-jauh hari. Namun tahun ini terkesan garing.

Dari sejumlah selebaran yang ada di masyarakat, terlihat banyak kegiatan yang disiapkan Pemkab Purwakarta dalam mengisi hari jadi. Dari jadwal tersebut, kegiatan pesta rakyat lebih mendominasi. Namun banyak yang menilai kegiatan hari jadi kali ini seperti kembali ke masa sepuluh tahun sebelumnya.

Perayaan HUT Purwakarta tahun ini cenderung ‘garing’. Pasalnya, tidak ada pesta rakyat yang diisi kegiatan yang mampu menyedot perhatian skala nasional apalagi Internasional.

“Sayang banget, biasanya ada event bagus yang melibatkan peserta dari negara luar. Kalau lihat dari jadwalnya, tahun ini tidak ada acara seperti itu. Saya khawatir reputasi Purwakarta turun jadi daerah biasa-biasa. Tahun-tahun kemarin kan banyak festival, tahun ini garing, gak seru,” ujar Diki Hermawan (43), warga Subang, kepada INILAH, Kamis (18/7/2019).

Menurut pria yang tak pernah absen melihat pertunjukan Air Mancur di Taman Sri Baduga itu, reputasi Purwakarta sebagai tujuan wisata bisa hilang karena tidak ada kegiatan berskala internasional dalam HUT tahun ini.

“Kalau melihat rangkaian acara kali ini sih, perayaan HUT biasa-biasa saja. Tidak ada yang terlalu wah seperti tiga tahun lalu,” katanya.

Dia mengatakan, seharunya event berskala internasional seperti tahun sebelumnya bisa terus digelar. Kearifan lokal Kabupaten Purwakarta bisa terus dikenal secara konsisten. Terlebih, publik mudah lupa karena setiap hari dijejali tema-tema berbeda di sosial media.

“Lama-lama orang akan lupa bahwa Purwakarta ini daerah luar biasa. Kemarin selama 10 tahun itu kemajuan Purwakarta diperkenalkan melalui festival. Banyak hal positif yang bisa diraih. Saya khawatir perlahan Purwakarta dilupakan,” ujarnya. 

Seperti diketahui, pada 16 Juli 2019 kemarin Pemkab Purwakarta telah memulai kegiatan rangkaian hari jadi. Mitembeyan dan Tablig Akbar menjadi kegiatan awal rangkaian hari jadi tersebut. Kemudian, esok harinya atau pada Rabu 17 Juli, rangkaian hari jadi ini dilanjutkan dengan kegiatan ‘Muru Indung Cai Purwakarta Istimewa’.

Kegiatan ketiga juga berlanjut pada Jumat 19 Juli besok. Yakni, Theter Purwakarta Indung Budaya. Kegiatan ini juga berlangsung sore hari. Lalu, bertepatan dengan tanggal kelahiran kabupaten kecil kedua di Jabar itu, atau pada 20 Juli, pemkab beresta jajaran pemerintahan di wilayah ini akan menggelar sidang paripurna istimewa. 

Di tanggal kelahiran itu pun ada beberapa kegiatan yang disiapkan pemerintah setempat. Yakni, Wisata kuliner Nyai Pohaci dan pertunjukan 1.000 penari Jaipong kolosal. Mereka akan unjuk gigi di sepanjang Jalan Jendral Sudirman (pusat kota).

Setelah kegiatan Sidang Paripurna Istimewa, bukan berarti rangkaian hari jadi ini berakhir. Karena, masih banyak suguhan menarik yang disiapkan pemerintah di hari selanjutnya. Dari kegiatan yang terjadwal itu, ada yang lebih menarik. Yakni, Festival Budaya Nyai Pohaci. Dalam festival ini, diisi dengan kegiatan ‘Ngarak Awug’ yang kabaranya akan kembali menorehkan rekor di Musium Rekor Indonesia (Muri).

Rangkaian kegiatan hari jadi Purwakarta akan berakhir pada 17 Agustus mendatang. Di hari yang bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI itu juga ada pesta rakyat lainnya. Semisal, Festival Kendaraan hias dan Festival Panjat Pinang. (Asep Mulyana)

Loading...