Jengah, Satpol PP Akan Bangun Rest Area PKL Puncak Di Kampung Naringgul

Jengah, Satpol PP Akan Bangun Rest Area PKL Puncak Di Kampung Naringgul
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cisarua - Satpol PP Kabupaten Bogor merasa jengah. Pasalnya, rest area PKL Puncak di Gunung Mas seluas 7 hektare belum terbangun selama dua tahun.

Untuk itu, Satpol PP Kabupaten Bogor berencana akan memakai lahan seluas 4 hektare PT Sumber Sari Bumi Pakuan untuk dijadikan tempat relokasi PKL Puncak.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, hal itu dilakukan karena para penegak peraturah daerah (perda) itu berkeinginan membersihkan Jalan Raya Puncak dari keberadaan PKL. Selain itu, tindakan tersebut dilakukan demi keselamatan pedagang karena berdagang di pinggir jalan raya itu rawan kecelakaan lalu lintas.

"Satpol PP berkeinginan melindungi PKL Puncak dari rawan kecelakaan lalu lintas maupun bencana alam, hingga dalam waktu dekat kami akan menertibkan bangunan liar di Kampung Naringgul RW 17 lalu dijadikan lahan relokasi PKL Puncak," ujar Agus kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Dia menuturkan, pemakaian lahan PT Sumber Sari Bumi Pakuan tersebut sebenarnya direncanakan sejak 2016 lalu. Namun, dikarenakan saat itu PT Perkebunan Nusantara VIII menyediakan lahan seluas 1 hektare maka pihaknya batal menggunakan lahan PT Sumber Sari Bumi Pakuan.

"Pemikiran Pemkab Bogor lahan yang sediakan PT Perkebunan Nusantara VIII di seberang landing olahraga paralayang itu lebih mudah karena difungsikan sebagai kebun teh sementara di lahan milik PT Sumber Sari Bumi Pakuan itu ada bangunan liar dan  warga hingga kami tidak jadi menggunakan lahan PT Sumber Sari Bumi Pakuan, namun karena Rest Area PKL Puncak tidak juga selesai pembangunannya maka kami mengambil opsi membangun Rest Area PKL Puncak di Kampung Naringgul," tambahnya.

Secara terpisah, Bagian Umum PT Perkebunan Nusantara VIII Dedi membenarkan pembangunan rest area PKL Puncak di Gunung Mas berjalan lambat dan Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) VI baru melakukan proses cut and fill.

"Melihat progres, pembangunan rest area PKL Puncak di Gunung Mas kemungkinan molor atau mundur dari target. Karena baru-baru ini juga Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana merevisi Detail Engineering Design (DED) proyek pekerjaan pembangunan fasilitas seperti masjid, menara pandang dan lainnya," tutur Dedi.

Sebelumnya, akibat lambatnya progres pembangunan rest area PKL Puncak di Gunung Mas itu Pemkab Bogor pun terpaksa 'menggeser' anggaran pembangunan 500 kios PKL Puncak ke program pembangunan lainnya.

"Karena proyek cut and fill, pembangunan jalan dan lainnya tidak mungkin selesai di pertengahan tahun ini. Maka dana sebesar Rp15 miliar akan dialihkan untuk pembangunan di tempat lainnya. Untuk pembangunan kios PKL Puncak, Insyaallah kami akan lanjutkan di tahun 2020," kata Dace Supriadi mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor. (Reza Zurifwan)

Loading...