Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global

Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Global
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diyakini mengambil peran cukup besar sebagai penggerak roda perekonomian nasional. Namun, pemasaran dan distribusi produk UMKM itu masih berputar di pasar domestik.

Deputy GM JNE Hasmeliyani Suseno mengatakan, sebagai perusahaan logistik pihaknya mendorong produk UMKM itu bisa menembus pasar internasional. Keberpihakan itu diwujudkan dengan kegiatan JNE Kopiwriting. Secara maraton, selama tahun ini kegiatan tersebut akan diadakan di Bandung, Padang, Banjarmasin, Malang, Yogyakarta, dan Cirebon.

“Pertumbuhan positif ekonomi digital menuntut inovasi dan strategi sebuah instansi atau perusahaan dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, JNE pun terus mengembangkan berbagai sektor agar kebutuhan pengiriman masyarakat dapat terpenuhi di setiap proses dalam aktifitas pengiriman paket,” kata Hasmeliyani di Bandung, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, salah satu daerah yang memiliki pelaku UMKM relatif tinggi itu yakni Kota Bandung. Dia mengakui, produk UMKM asal Bandung mayoritas merupakan hasil industri kreatif seperti produk fesyen, kecantikan, kerajinan tangan, hingga aneka makanan dan minuman.

“Semua produk tersebut diminati tak hanya di pasar nasional tetapi juga dalam lingkup pasar global. Makanya, kita mendorong produk UMKM asal Bandung bisa menembus pasar global,” ujarnya.

Dia menuturkan, salah satu kontribusi JNE untuk mendukung pengembangan UMKM itu yakni dengan mendigitalisasi berbagai produk layanan. Tak hanya itu, berbagai fasilitas yang dimiliki JNE pun bisa dimanfaatkan pelanggan JNE dan pelaku UMKM. 

“Salah satunya, fasilitas cashless digital payment yang akan memudahkan pelanggan ketika bertransaksi untuk mengirimkan paketnya melalui JNE yang dalam waktu dekat ini akan di-launching. Inovasi tersebut juga ditujukan untuk memudahkan pelaku UMKM mengembangkan usaha,” jelasnya.

Hasmeliyani menambahkan, kini para kreator industri kreatif di Bandung dan sekitarnya dapat fokus mengembangkan produknya tanpa khawatir dengan proses penyimpanan maupun distribusi produk mereka ke konsumen. Sebab, JNE Bandung menyediakan e-fulfillment logistic yang ke depan akan dikembangkan juga di kota lainnya.

Lebih jauh dia menuturkan, berdasarkan data Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) itu menunjukkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional semakin meningkat. Pada 2019 ini, diprediksi angka kontribusinya tumbuh hingga 5%. 
Pada 2018 lalu, kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai sekitar 60,34%. Diperkirakan, pada tahun ini ang tersebut tumbuh hingga mencapai 65% atau sekitar Rp2.394,5 triliun.

Sedangkan, Branch Manager JNE Bandung Iyus Rustandi  mengaku dalam lima tahun terakhir perkembangan UMKM itu relatif meningkat pesat. Dia menyebutkan, hampir seluruh produk yang dikirim di JNE Bandung merupakan produk lokal. 

“Ratusan ribu kiriman per hari menggambarkan bahwa Bandung merupakan tempat ekonomi kreatif yang sangat potensial,” ujarnya seraya menyebutkan pelaku UMKM di Kota Bandung mencapai 300 ribuan unit.

Iyus menuturkan, untuk terus bisa berkembang ituUMKM perlu mendapatkan perhatian lebih. Perlu dipikirkan bagaimana caranya agar UMKM bisa terus berkembang di dalam negeri. Untuk itu gelaran JNE Kopiwriting mengusung tema utama “Menentukan Strategi yang Tepat di Pasar Internasional Bagi UMKM”.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM itu yakni Aditya Rahman. Sebagai co-Founder NIION, dia berbagi cerita dan pengalaman dalam merintis usaha di bidang industri kreatif. Produk tas lipat asal Bandung ini berhasil mencuri minat anak muda Indonesia, bahkan mancanegara. 

Menurutnya, strategi yang tepat dalam mencapai pasar internasional untuk UMKM yaitu konsisten dalam berbisnis dan mempunyai produk dengan nilai lebih dibanding produk yang sudah ada di pasaran.

“Selain itu, strategi yang tidak kalah penting adalah mencari jasa pengiriman logistik yang qualified, ada di seluruh kota bahkan bisa ke ranah internasional,dan mempunyai value yang bagus di mata masyarakat,” kata Aditya.

Loading...