Gedung Putih Segera Tentukan Bisnis Huawei di AS

Gedung Putih Segera Tentukan Bisnis Huawei di AS
Ilustrasi/Net

INILAH, Washington - Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan perusahaan perangkat semikonduktor dan eksekutif perangkat lunak pada hari Senin (22/7/2019).

Tujuannya untuk membahas larangan penjualan ke AS bagi Huawei Technologies Co Ltd dari China. Demikian informasi dari dua sumber yang diberi pengarahan pada pertemuan tersebut pada hari Jumat(19/7/2019).

Menteri Keuangan, Steven Mnuchin juga akan menghadiri acara Gedung Putih, dimana pembuat chip Intel Corp telah diundang, kata orang-orang yang mengetahui masalah ini.

Seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi pertemuan itu akan berlangsung, mencatat bahwa Google dan Micron akan hadir.

"Subjek Huawei diharapkan "muncul tetapi itu bukan alasan mengapa mereka mengadakan pertemuan," kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim seperti mengutip finance.yahoo.com.

Masa depan hubungan perusahaan AS dengan Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi nomer 1 di dunia, masih suram. Ini terjadi setelah pemerintahan Trump memasukkan perusahaan itu ke daftar hitam pada bulan Mei 2019, dengan alasan masalah keamanan nasional.

Langkah lain adalah melarang perusahaan-perusahaan AS untuk menjual sebagian besar komponen dan komponen AS tanpa izin khusus. Tetapi Presiden Donald Trump mengatakan bulan lalu perusahaan-perusahaan Amerika dapat melanjutkan penjualan, dengan pandangan menghidupkan kembali pembicaraan perdagangan dengan Beijing.

Beberapa pekan setelah pengumuman, perincian tentang apa kebijakan baru terhadap perusahaan masih belum terbit.

Sekretaris Departemen Perdagangan, Wilbur Ross mengatakan lisensi akan dikeluarkan di mana tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional. Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat menyetujui lisensi bagi perusahaan untuk memulai kembali penjualan baru dalam beberapa minggu.

Salah satu orang yang mendapat pengarahan pada pertemuan hari Senin mengatakan Broadcom Inc juga diundang ke acara Gedung Putih. Microsoft Corp juga diharapkan menerima undangan, kata orang itu.

Intel dan Qualcomm menolak berkomentar. Google, Micron, Microsoft dan Broadcom tidak segera menanggapi permintaan komentar. (Inilah.com)