Sidalimu Daliya Raih Award Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Sidalimu Daliya Raih Award Top 99 Inovasi Pelayanan Publik
(Reza Zurifwan)

INILAH, Semarang- Program kerja RSUD Ciawi Sidalimu Daliya mendapatkan penghargaan di ajang Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Syafruddin.

Penghargaan kepada RSUD Ciawi dan Pemkab Bogor ini diberikan di Hotel Gumaya, Kota Semarang akhir pekan lalu, Bupati Bogor Ade Yasin yang berhalangan hadir diwakilkan oleh Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Bogor Yous Sudrajat.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi Hesti  Iswandari menuturkan aplikasi Sidalimu Daliya bertujuan untuk mempermudah monitoring terhadap mutu pelayanan baik  aspek management, kesesuaian pelayanan berdasarkan Standar Operasional Pelayanan (SOP) maupun alat untuk mengukur kepuasan  pelayanan yang diterima oleh masyarakat.

"Saya bertekad akan terus mengevaluasi dan dikembangkan sesuai arah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah," kata Hesti.

Ia  menambahka bahwa setelah menerapkan aplikasi Sidalimu Daliya jajarannya akan terus dilakukan evaluasi dan pengembangannya sesuai dengan arah kebijakan yang ada. 

"Adapun evaluasi dari penerapan aplikasi ini dilihat dari 3 aspek yakni aspek manajemen sehingga mampu melihat kepatuhan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) seperti dokter, perawat,apoteker, nutrisionis dalam memberikan pelayanan sesuai SPO dan mampu melakukan pengendalian biaya agar efektif dan efisien. Aspek selanjutnya aspek Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang akan patuh dan memberikan pelayanan kepada pasien sesuai SPO serta mutu pelayanan  yg diberikan semakin baik dan ketiga aspek kepastikan mendapatkan layanan dan kepuasan terhadap layanan pasien di rumah sakit," tambahnya 

Hesti menjelaskan aplikasi ini dirasakan mampu menjadi solusi di RSUD Ciawi dan mendapat dukungan sepenuhnya dari pimpinan daerah serta diharapkan dapat di replikasikan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan, (FKTRL).

Sementara itu, Yous Sudrajat menjelaskan, Inovasi Sidalimu Daliya lahir dari isu strategis Nasional, permasalahan Era JKN Universal Coverage BPJS, dimana banyak RSUD yang mengalami kesulitan pasien jumlahnya meningkat, nilai paket layanan dihargai rendah oleh tarif INA CBGs, sehingga banyak RS nyaris bangkrut, dokter merasa uang jasa medis kecil, ketersediaan obat tidak sesuai dengan kebutuhan, serta mutu pelayanan yang belum sesuai standar.

"Dengan adanya sistem ini, pelayanan pasien di rawat inap yang sebelumnga kurang termonitoring dengan adanya sistem Sidalimu Daliya ini dapat terlihat peningkatan penggunaan obat sesuai formulariun Nasional, efisiensi pembiayaan, serta peningkatan kepuasaan pasien yang didapatkan melalui survey. Kedepan sistem ini akan terus dikembangkan, dengan menambah jumlah clinical pathway yang dimasukan dalam sistem dan diyakini berhasil, karena mendapatkan dukungan dari pimpinan, tenaga medis dan paramedis adanya keterjaminan anggaran serta adanya SDM dan sistem IT yang mendukung, sistem ini sangat mudah di replikasi oleh instansi pelayanan kesehatan dengan rawat inap, baik mulai dari puskesmas sampai dengan rumah sakit," ungkap Yous.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor Kardenal yang turut hadir pada acara tersebut mennyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian inovasi Sidalimu Daliya yang telah berhasil meraih Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB.

“Harapan kita, hal seperti ini tidak cukup di sini saja, semoga pencapaian ini akan menjadi spirit untuk terus berinovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat,” tukas Kardenal.

Adapun, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafrudin dalam sambutannya menerangkan, tahun ini ada sebanyak 3.156 inovasi pelayanan publik yang didaftarkan. Total sejak 2014 digulirkan, sudah ada sebanyak 13.214 inovasi pelayanan publik yang dihasilkan.

"Inovasi yang dihasilkan ini orientasinya bukan hanya untuk menjembatani kehadiran pemerintah ke masyarakat. Tapi bisa mengakomodir karakter budaya DNA milenial. Pelayanan semakin cepat mudah murah," imbuhnya. 

Mantan Wakapolri ini melanjutkan, adanya reward dana insentif daerah bisa memelihara dan memacu semangat yang lain untuk menghadirkan dan meningkatkan pelayanan publik lebih baik.
 
Di Tempat yang sama, Deputi Pelayanan Publik, Kemenpan-RB, Diah Natalisa menerangkan dari 99 top inovasi pelayanan publik 2019 sebanyak 22 di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Adapun yang masuk dalam kategori top 45 inovasi akan mendapatkan dana instensif daerah dari kementerian keuangan pada 2020. 

"Tujuan penghargaan top inovasi 99 ini sebagai sarana percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik," tandas Diah  (Reza Zurifwan)