Jonggol Kering Esktrem, Bogor Segera Masuk Tanggap Darurat

Jonggol Kering Esktrem, Bogor Segera Masuk Tanggap Darurat

INILAH, Jonggol – Kecamatan Jonggol, menurut peta monitoring hari tanpa jujan Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/7) kemarin masuk dalam status awas tidak hujan berturut-turut minimal 60 hari berturut-turut atau kekeringan ekstrem.

Menanggapi status kekeringan ekstrim di Jonggol ataupun kekerigan non esktrem di wilayah lainnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menetapkan Bumi Tegar Beriman tanggap darurat bencana kekeringan 

"Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau Stasiun Klimatologi Bogor Kecamatan Jonggol masuk dalam status kekeringan ekstrem dan mulai (1/8) hingga (31/10) atau 3 bulan kedepan kami menetapkan Kabupaten Bogor masuk dalam tanggap darurat bencana kekeringan," kata Dede Armansyah Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor ketika dihubungi INILAH, Minggu (21/7).

Mantan Kabid Kelistrikan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) ini bentuk tanggap darurat bencana kekeringan tersebut jajarannya dibantu Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Kahuripan dan industri air curah maupun mineral akan menyiapkan bantuan air kepada daaerah rawan kekeringan terutama ekstrem seperti Jonggol.

"Jonggol yang masuk dalam kategori kekeringan ekstrem dan wilayah lain yang rawan kekeringan seperti Tenjo, Parungpanjang, Gunungsindur, Rumpin, Tanjungsari, Cariu dan lainnya akan kami siagakan mobil tangki air, permintaan bantuan air tersebut bisa disampaikan melalui aparat setempat. BPBD bersama PDAM Tirta Kahuripan, perusahaan air curah dan mineral siap siaga dalam memberikan bantuan," terangnya.

Dede menjelaskan pemgambilan air baku, air curah maupun mineral akan diambil dari wilayah terdekat seperti bantuan air untuk wilayah timur itu diambil dari Unit PDAM Tirta Kahuripan di Jonggol.

"Pengambilan bantuan air baku, curah ataupun mineral diambil dari Unit PDAM Tirta Kahuripan atau usaha air curah ataupun mineral terdekat, selain 5 unit mobil tangki BPBD, mobil tangki milik PDAM Tirta Kahuripan dan milik industri air curah pun siap siaga dalam upaya memberikan bantuan," jelas Dede. (reza zurifwan)