Ikuti PBB, Partai Pengusung Rudy-Helmi Kehilangan Kursi

Ikuti PBB, Partai Pengusung Rudy-Helmi Kehilangan Kursi

INILAH, Garut - Setelah sempat digadang-gadang mendapatkan satu kursi di DPRD Garut dari perolehan suara Pemilu 2019, Partai Nasdem akhirnya harus merelakan kehilangan kursinya di DPRD Garut untuk periode 2019-2024.

Nasdem pun gagal menempatkan wakilnya di DPRD Garut, seperti enam partai peserta Pemilu 2019 lainnya yang juga gagal mendapatkan kursi di DPRD Garut. Yakni, Partai Gerakan Perubahan Indonesia, Partai Berkarya, Partai Persatuan Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. 

Satu kursi dari Nasdem itu akhirnya didapatkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sehingga kursi PPP di DPRD Garut pun bertambah menjadi 7 kursi dari semula 6 kursi hasil Pemilu 2014. Total suara didapat PPP mencapai sebanyak 156.000 suara. 

Kepastian tersebut diperoleh pada hasil akhir Rapat Pleno Penghitungan Kursi Partai Politik dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Garut Periode 2019-2024 di Fave Hotel Jalan Cimanuk 303 Garut, Sabtu (20/7/2019).

Nasib dialami Nasdem terbilang ironis, seperti halnya nasib Partai Bulan Bintang (PBB) pada Pemilu 2014.

Setelah bersama Gerindra dan PKS berhasil mengantarkan pasangan Rudy Gunawan dan Helmi Budiman menjadi Bupati dan Wabup Garut periode 2014-2024 pada Pilkada 2018, alih-alih mendapatkan tambahan kursi, Nasdem justru kehilangan dua kursinya di DPRD Garut pada Pemilu 2019. 

Majunya istri Bupati Rudy Gunawan, Diah Kurniasari sebagai anggota DPR RI dari Nasdem pada Pemilu 2019 juga tak berhasil mendongkrak perolehan suara Nasdem (51.920) untuk bisa menempatkan satu pun wakilnya di DPRD Garut.

Nasib Nasdem tersebut persis dialami PBB pada Pemilu 2014. Setelah juga bersama Gerindra, dan PKS sukses mengantarkan Rudy dan Helmi menjadi pasangan Bupati dan Wabup Garut periode 2014-2019 pada Pilkada Garut 2013, PBB justeru kehilangan dua kursinya di DPRD Garut pada Pemilu 2014. Dalam dua Pemilu terakhir, PBB pun gagal menempatkan wakilnya di DPRD Garut.

Selain Nasdem dan PPP, perolehan kursi partai lainnya di DPRD Garut tak mengalami perubahan signifikan, persis seperti perkiraan.
Kendati kehilangan satu kursi, PDIP berhasil menempatkan 5 wakilnya di DPRD Garut dengan total perolehan suara sebanyak 102.242 suara. Pun Hanura masih bisa mendapatkan satu kursi di DPRD Garut dengan perolahan 40.176 suara, kendati mesti kehilangan 4 kursi dari sebelumnya 5 kursi hasil Pemilu 2014.

Berbanding terbalik dengan Hanura yang kehilangan 4 kusi,  perolehan kursi Gerindra justeru bertambah 4 kursi dari semula 4 kursi pada Pemilu 2014, kini menjadi 8 kursi, menyamai  jumlah kursi diperoleh Golkar yang juga pemenang Pemilu Legislatif 2014.
Akan tetapi peluang Gerindra merebut posisi Ketua DPRD Garut terganjal karena total jumlah perolehan suara Golkar lebih banyak. Pada Pemilu 2019, Gerindra mendapatkan sebanyak  216.187 suara, berselisih sebanyak 10.486 suara dari total perolehan suara Golkar sebanyak 226.673 suara. 

“Sesuai ketentuan, untuk posisi ketua itu menjadi hak partai yang mendapatkan suara terbanyak,” kata Ketua KPU Garut Junaidin Basri.

Selain Gerindra, partai yang juga mendapat tambahan kursi yakni PKB dari semula 5 kursi menjadi 6 kursi (149.307 suara), dan PKS dari semula 4 kursi menjadi 5 kursi (136.945 suara).  

Secara keseluruhan, jumlah partai peserta pemilu yang memiliki keterwakilan di DPRD Garut untuk periode 2019-2024 dari hasil Pemilu 2019 itu mencapai sebanyak sembilan partai. Yakni Golkar, Gerindra, PPP, PKB, PKS, Demokrat, PAN, PDIP, dan Hanura. (Zainulmukhtar)