Klinik Kemasan Bantu Produk UMKM Kabupaten Bandung Lebih Menarik

Klinik Kemasan Bantu Produk UMKM Kabupaten Bandung Lebih Menarik
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Kemasan yang menarik menjadi suatu hal yang penting dalam memasarkan suatu produk kepada masyarakat. Untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang biasanya lemah dalam desain kemasan dan logo produk, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung menyediakan konsultasi dan pembuatan desain kemasan gratis untuk berbagai produk yang dihasilkan para pelaku UMKM. 

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung Uwais Qorni mengatakan, sejak 2014 lalu pihaknya memberikan pelayanan konsultasi dan pembuatan master desain kemasan untuk berbagai jenis produk UMKM di Kabupaten Bandung. Sejauh ini, respons dari para pelaku UMKM cukup antusias. 

Mereka dikuinya datang berkunjung untuk konsultasi dan meminta dibuatkan desain kemasan sesuai dengan jenis dan karakter produk buatannya. Alhasil, ruang konsultasi yang diberi nama Klinik Kemasan yang menempati salah satu ruang Disdagin di Soreang itu tak pernah sepi dari kunjungan para pelaku UMKM.

"Klinik Kemasan ini digawangi tim yang memang ahli dibidang desain kemasan. Mereka adalah ahli desain kemasan produk dari salah satu universitas ternama di Indonesia. Hasilnya, sejak 2014 itu sudah ada ribuan produk UMKM di Kabupaten Bandung yang dibantu gratis. Bahkan, dari sekian desain kemasan yang dibuat disini ada beberapa desain produk yang menjadi juara di tingkat nasional," kata Uwais di Soreang, Minggu (21/7/2019).

Menurutnya, kemasan suatu produk menjadi sangat penting dalam sebuah kegiatan usaha. Sebab, tak jarang suatu produk yang dihasilkan pelaku UMKM itu sangat bagus. Namun, dikarenakan kemasannya sederhana hanya menggunakan kantong plastik biasa, produk tersebut tidak menarik perhatian calon pembeli. Untuk itu diperlukan desain kemasan dan logo yang bagus dan menarik perhatian konsumen untuk meningkatkan penjualan.

"Pernah ketika saya memenukan produk keripik ubi di Cimaung, bentuk dan rasanya enak sekali tapi harganya murah cuma Rp25 ribu per kilogram. Itu karena produk itu cuma dikemas pakai kantong plastik biasa. Padahal, kalau desain kemasannya lebih bagus dan menarik harganya bisa tiga kali lipat," ujarnya.

Uwais melanjutkan, berdasarkan data sementara yang dihimpunnya saat ini di Kabupaten Bandung terdapat kurang lebih 9.000 pelaku UMKM. Mereka tersebar di 31 kecamatan dengan berbagai jenis produk yang dihasilkan. Seperti produk makanan, minuman olahan dalam kemasan, makanan dan minuman ringan kemasan, busana, alas kaki, cinderamata dan lain sebagainya. Bahkan, berbagai produk dari para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung ini sejak lama merambah pasar nasional bahkan beberapa di antaranya berhasil menembus pasar internasional. 

"Hal yang bikin kami bangga dari sekian kemasan dan logo produk dari sini ada beberapa yang sukses merebut pasar nasional dan internasional. Ini membuktikan jika kemasan produknya bagus, kemudian kualitas produknya juga bagus tentunya akan banyak dicari konsumen," katanya. 

Uwais melanjutkan, bagi pelaku UMKM yang ingin dibuatkan desain kemasan dan logo produk itu bisa datang setiap hari kerja ke kantor Disdagin di Komplek Pemkab Bandung di Soreang. Mereka akan mendapatkan pelayanan konsultasi desain kemasan secara gratis dari tim ahli di Klinik Kemasan. Bagi pelaku UMKM yang lokasinya jauh dari Soreang, tak perlu khawatir karena pihaknya jug menyediakan Mobil Kemasan. Mobil Kemasan ini berkeliling ke setiap desa di Kabupaten Bandung. 

"Silahkan masyarakat datang, tim dari kami akan memberikan konsultasi untuk desain kemasan dan logo. Nanti kami buatkan master kemasan dan logo kemasan yang sesuai dan diperbolehkan oleh aturan perundang undangan yang ada di negara kita," ujarnya.

Dalam sehari, jelas Uwais, Klinik Kemasan itu bisa mengerjakan sekitar 10 desain kemasan yang dikerjakan tiga orang ahli. Semua desain dirancang dan dibuatkan masternya dengan menggunakan berbagai mesin dan komputer di tempat itu. Setelah dibuatkan master desain kemasan, pelaku UMKM tinggal memperbanyak untuk dipakai mengemas produknya.

"Kalau sudah ada masternya silahkan diperbanyak. Nah kalau percetakan mememukan kesulitan, bisa nelepon tim disini," katanya. (Dani R Nugraha)