Jangan Ada Politik Uang dalam Pemilihan Rektor UNJ

Jangan Ada Politik Uang dalam Pemilihan Rektor UNJ
Ilustrasi/Inilahkoran

INILAH, Jakarta - Senat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meminta agar pemilihan rektor yang akan berlangsung dalam waktu dekat tidak dipolitisasi terutama bebas dari politik uang.

Ketua Senat UNJ Farid Abbas mengatakan, untuk menghindari hal tersebut pihaknya menggariskan kriteria bakal calon rektor.

Kriteria yang utama yaitu harus menyertakan laporan keuangan dan kelakuan baik. Selain itu, para calon rektor pun harus memenuhi persyaratan bebas narkoba, berkelakuan baik, dan berjiwa nasionalis, transparansi dalam pemilihan rektor adalah syarat mutlak agar UNJ tidak dipimpin oleh rektor dengan suasana yang penuh ketertutupan.

"Tujuan senat adalah agar kampus terbebas dari perilaku korupsi ingin bersih, idealisme. Bahkan, kami menitipkan enam persyaratan sebagai rambu-rambu untuk para carek memimpin kampus ini,” ujarnya di Jakarta, Minggu (21/07/2019).

Dia berharap hasil dari proses pemilihan rektor UNJ tidak terjadi seperti di tempat lain yakni pemenang dengan suara terbanyak tidak diprioritaskan. Justru malah yang diangkat adalah mereka yang suaranya rendah namun ada pertimbangan di luar yang sesuai kriteria.  "Mudah-mudahan itu tidak terjadi di UNJ,” katanya.

Sementara pengamat pendidikan Ubeidilah Badrun mengatakan, publik sebagai penyumbang terbesar pembiayaan kampus negeri berhak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi di institusi. 

Sebab menurutnya, keterbukaan universitas menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari prinsip akuntabilitas perguruan tinggi. Maka, marah universitas merupakan hal yang substansial yang seringkali diperhatikan publik. 

"Sebab, universitas hakekatnya adalah miniatur peradaban yang dipandang publik sebagai harapan," kata Ubeidilah. (Daulat Fajar)