Kalahkan PSIS, Robert: Kemenangan Sulit

Kalahkan PSIS, Robert: Kemenangan Sulit
Pelatih Persib Robert Rene Alberts. (Net)

INILAH, Magelang - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts memberikan apresiasi kepada para pemainnya lantaran berhasil mengalahkan PSIS Semarang. Maung Bandung menang dengan skor 1-0 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Minggu (21/7/2019).

Menurutnya, tidak mudah mengalahkan PSIS Semarang sekalipun di laga tersebut, tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu bermain hanya dengan 10 pemain menyusul dikartumerahnya Patrick Mota di menit ke-43. 

"Kemenangan yang sulit. Semarang tim yang bagus karena faktanya meski dia bermain dengan 10 pemain, meski itu banyak membantu kami, tapi itu tidak terlalu berpengaruh pada permainan mereka," ungkap Robert usai pertandingan. 

Beruntung, kata Robert, pemainnya bermain cukup apik dengan memainkan skema serangan balik. Hasilnya di menit ke-78, striker andalannya, Ezechiel N'Douassel, berhasil menciptakan gol. 

"Saya bangga dengan hasil ini, tapi lebih bangga lagi karena pemain baru (pengganti) dan beberapa di antaranya pemain muda, seperti Indra, Saepuloh, dan Henhen bermain bagus di lini pertahanan dan meraih clean sheet," katanya.

Menurutnya kemenangan ini akan menumbuhkan kepercayaan diri mereka untuk terus meningkatkan kualitasnya di lapangan. Sehingga, membuat peluang untuk kembali mendapatkan kesempatan bermain didapatkan. 

"Tentunya akan memberi kepercayaan diri untuk mereka supaya kembali membantu tim ini meraih kemenangan," tuturnya. 

Namun demikian, di laga tersebut Persib harus terkena hukuman berupa denda Rp50 juta setelah mendapatkan lima kartu kuning dalam satu pertandingan. Kelima kartu kuning itu didapatkan Ardi Idrus, Henhen Herdiana, Saepuloh Maulana, Hariono dan Rene Mihelic. 

"Tapi kami harus memeriksanya dengan bertanya pada orang-orang yang menyaksikan laga ini lewat televisi. Orang yang menyaksikan laga ini dari televisi pasti berbeda penglihatannya dengan kami yang di lapangan langsung soal lima kartu kuning, jadi saya hanya bisa bicara tidak tahu," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)

Loading...