Tiga Warna Penting Revitalisasi Panti Disabilitas

Tiga Warna Penting Revitalisasi Panti Disabilitas
Ilustrasi (inilah.com)

INILAH, Jakarta - Panti Disabilitas Dwituna Rawinala mendapatkan kesempatan untuk direvitalisasi. Ada tiga warna penting yang diaplikasikan khusus untuk para penyandang disabilitas.

Suratman selaku head of CSR program dari Mowilex menjelaskan tiga warna tersebut adalah krem, merah, dan putih.

"Ada regulasi permintaan dari para teman-teman di sini. Meski mereka memiliki penglihatan, tetapi sangat rendah penglihatannya. Karena itu ada rujukannya, makanya kami menamai Mewarnai Harapan. Tiga warna tersebut memiliki maksud," kata Suratman saat ditemui di Dwituna Rawinala, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Warna putih untuk menuju masuk ke Panti Disabilitas Dwituna Rawinala, kemudian merah untuk jalanan agar terlihat jelas, setelah itu krem untuk dinding ruang kelas dan asrama.

Sebanyak 500 liter cat didistribusikan oleh Mowilex untuk revitalisasi Panti Disabilitas Dwituna Rawinala, Jalan Inerbang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dalam aksi mengampanyekan kesetaraan, keberagaman, dan kepedulian kepada kaum disabilitas, Mowilex Indonesia melakukan revitalisasi ke lima panti difabel yang ada di Indonesia yakni di DKI Jakarta, Malang, Semarang, Yogyakarta, dan Bali.

Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala menjadi salah satu panti yang terpilih untuk direvitalisasi di daerah DKI Jakarta.

Niko Safavi, Presiden Director Mowilex Indonesia mengatakan dari data Program Perlindungan dan Layanan Sosial (PPLS), tercatat ada sebanyak 3.838.985 penyandang disabilitas seluruh Indonesia. Namun program revitalisasi akhirnya hanya diperuntukkan untuk lima panti disabilitas setelah melakukan survei terlebih dahulu.

Panti disabilitas yang terpilih merupakan panti yang benar-benar membutuhkan adanya bantuan ini. Sebab memperlihatkan adanya kekurangan dan keramahan tempat publik bagi mereka.

"Kami selaku produsen cat premium berbasis air di Indonesia, memberikan bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat dengan ini. Acara CSR ini kami putuskan guna mengadvokasi kesetaraan akan akses bagi kaum difabel, khususnya di kawasan Jakarta Timur," jelas Niko di Yayasan Disabilitas Dwituna Rawinala. (inilah.com)