IHSG Andalkan Laporan Kinerja Kuartal Kedua

IHSG Andalkan Laporan Kinerja Kuartal Kedua
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Untuk pekan ini, efek dari sentimen positif penurunan suku bunga BI akan mulai berkurang. Pergerakan IHSG akan lebih dipengaruhi rilis laporan kinerja kuangan emiten, yang akan banyak keluar jelang akhir bulan.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, apabila laporan keuangan emiten yang keluar hasilnya bagus, maka IHSG akan kembali melanjutkan penguatannya pada pekan ini. "Selain itu, pasar juga masih menantikan keputusan The Fed terkait kebijakan moneter penurunan suku bunga dalam pertemuan akhir bulan ini," katanya dalam risetnya, Minggu (21/7/2019).

Di sisi lain, sentimen perang dagang dan pergerakan harga komoditas dunia, turut akan mewarnai pergerakan IHSG pada pekan ini.

Secara teknikal, IHSG mulai keluar dari fase sideways jangka pendeknya setelah kembali melanjutkan penguatannya dengan membentuk higher high. IHSG berpotensi melewati resistance 6.465 dan melanjutkan relinya menuju level psikologis 6.500 lagi, dengan didorong oleh sentimen dari rilis laporan keuangan emiten semester pertama tahun ini.

"Jika nantinya IHSG dapat bertahan diatas 6.500, terbuka peluang bagi IHSG menuju level 6.550 sebagai target resistance pekan ini. Sementara untuk support IHSG terdekat ada dikisaran area gap 6.407-6.417. Apabila gap tersebut gagal dipertahankan, maka IHSG berpeluang turun menguji level 6.375 sebagai level support indeks pada pekan ini."

Untuk pekan ini tidak ada data dan kejadian ekonomi penting nasional yang akan ditunggu oleh pelaku pasar selain rilis kinerja keuangan emiten 2Q/2019. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

Senin 22 Juli 2019, pernyataan Gubernur BOJ Kuroda. Rabu 25 Juli 2019 : Rilis data manufaktur Jerman, Rilis data manufaktur zona eropa. Kamis 26 Juli 2019, pernyataan Gubernur RBA Lowe, Kebijakan Moneter dan konferensi pers ECB, Rilis data durable goods orders AS. Jumat 27 Juli 2019 : Rilis data GDP AS.

Jadi IHSG pada pekan ini kemungkinan akan bergerak netral dengan kecenderungan melanjutkan penguatannya, apabila rilis kinerja keuangan emiten yang keluar pada pekan ini hasilnya bagus. "Belum terlihat ada sentimen negatif yang cukup kuat untuk mebuat IHSG terkoreksi dalam, sehingga jikapun terjadi penurunan maka diperkirakan hanya koreksi wajar dalam pola konsolidasi."

Faktor Data Kuartalan
Bursa Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan, setelah investor mencerna laporan keuangan emiten dan komentar dari pejabat tinggi bank sentral AS, bahwa pemangkasan suku bunga The Fed bakal lebih rendah dari rencana, yakni hanya 25 basis poin pada akhir bulan ini.

Dow Jones turun 68,77 poin (-0,25%) ke level 27.154,20, S&P 500 melemah 18,50 poin (-0,62%) ke posisi 2.976,61 dan Nasdaq merosot 60,75 poin (-0,74%) menjadi 8.146,49. Selama sepekan terakhir, ketiga indeks di bursa saham AS bergerak melemah, dengan Dow Jones turun -0,64%, S&P terkoreksi -1,23% dan Nasdaq melemah -1,19%.

BI Rate
Sementara dari dalam negeri, IHSG berakhir naik 53,24 poin (+0,83%) ke level 6.456,54, dengan didukung oleh masuknya aliran dana pemodal asing (net foreign buy) sebesar Rp136 miliar di pasar regular. Dalam sepekan, IHSG berhasil membukukan penguatan +1,31%, meski investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp659 miliar di pasar reguler.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, setelah mengambil nafas IHSG kembali melanjutkan penguatannya lagi, didorong oleh keputusan BI yang akhirnya menurunkan suku bungan acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada akhir pertemuannya hari kamis tengah pekan lalu.

Seiring dengan kebijakan moneter tersebut, IHSG terpantau bergerak menguat di dua hari terakhir perdagangan akhir pekan kemaren.

Selain itu rilis data neraca perdagangan yang membaik di awal pekan, turut menjadi sentimen positif yang mewarnai pergerakan IHSG pekan lalu.

Dari luar negeri, sentimen positif bagi IHSG datang dari pernyataan Gubernur Bank Sentral New York, Jhon Williams yang memberikan sinyal akan penurunan suku bunga lebih cepat sebesar 50 basis poin, meski akhirnya sentimen ini memudar di akhir pekan dan membuat bursa saham AS bergerak turun. (INILAHCOM)

Loading...